Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Soppeng Tertunda Berangkat Usai Diabetes Kambuh

Jemaah Haji Soppeng Tertunda Berangkat Usai Diabetes Kambuh
Ilustrasi jemaah haji. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Seorang calon jemaah haji asal Soppeng, Nurhayati Binti Laraufe (55), menunda keberangkatan karena komplikasi diabetes dan kini dirawat intensif di RSUP Tajuddin Chalid Makassar.
  • Nurhayati dijadwalkan menjalani amputasi jari kaki sebagai bagian dari penanganan medis, sementara keputusan keberangkatannya menunggu hasil pemulihan pascaoperasi dari tim kesehatan.
  • PPIH Embarkasi Makassar menyebut masih ada 15 kursi kosong untuk penerbangan haji, dengan empat di antaranya sudah terisi oleh jemaah pengganti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Seorang anggota jemaah haji asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci setelah kondisi kesehatannya menurun akibat komplikasi diabetes. Jemaah tersebut kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tajuddin Chalid, Kota Makassar.

Wanita bernama Nurhayati Binti Laraufe (55) itu merupakan anggota kelompok terbang (kloter) 21 Embarkasi Makassar. Dia sebelumnya telah berada di Asrama Haji Sudiang sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang memburuk.

1. Dirujuk akibat diabetes dan jalani tindakan medis

ilustrasi diabetes (pexels.com/PhotoMIX Company)
ilustrasi diabetes (pexels.com/PhotoMIX Company)

Ketua PPIH Embarkasi Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, membenarkan kondisi tersebut. Nurhayati dirujuk setelah pemeriksaan kesehatan lanjutan menunjukkan komplikasi diabetes yang kambuh.

"Jemaah atas nama Nurhayati Binti Laraufe, umur 55 tahun dirujuk ke RSUP Tajuddin karena diabetes," kata Ikbal, Jumat (8/5/2026). 

Menurutnya, jemaah tersebut dijadwalkan menjalani tindakan amputasi jari kaki akibat kondisi medis yang dialami. Tindakan tersebut menjadi bagian dari penanganan medis lanjutan atas komplikasi diabetes yang diderita.

"Dari informasi yang kami dapat dari tim kesehatan, insya Allah hari ini akan diamputasi jari kakinya," katanya. 

2. Keberangkatan ditentukan kondisi pemulihan

ilustrasi jemaah haji berangkat ke Mekkah. (Dok Kemenag RI)
ilustrasi jemaah haji berangkat ke Mekkah. (Dok Kemenag RI)

Ikbal menyebut status keberangkatan Nurhayati masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan pascaoperasi. Keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi tim medis.

"Jika beliau bisa pulih dan layak terbang sebelum kloter terakhir 43, maka bisa kami berangkatkan. Tapi kalau pemulihannya lebih lama, maka batal berangkat tahun ini," katanya.

3. Tersisa kursi kosong di sejumlah kloter

Ilustrasi Jemaah Haji (Kemenag.go.id)
Ilustrasi Jemaah Haji (Kemenag.go.id)

Di sisi lain, Ikbal juga menyampaikan masih terdapat kursi kosong dalam sejumlah penerbangan jemaah haji. Dari 15 seat yang tersedia, sebagian telah terisi oleh jemaah pengganti.

"Saat ini sudah ada 15 open seat penerbangan. Dari jumlah itu, empat jemaah sudah diberangkatkan ke Tanah Suci," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More