Banjir Makassar Meluas, 1.255 Jiwa Mengungsi

Makassar, IDN Times - Hujan deras yang terus mengguyur Kota Makassar mengakibatkan banjir semakin meluas. Data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 1.255 jiwa dari 325 keluarga mengungsi akibat banjir.
Mereka mengungsi di 19 titik pengungsian yang tersebar di empat kecamatan. Jumlah tersebut merupakan data yang tercatat hingga Selasa (11/2) pukul 23.59 WITA.
1. Sebagian besar warga mengungsi ke masjid

Wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak adalah Kecamatan Manggala, dengan 682 jiwa dari 167 KK mengungsi di 12 titik pengungsian. Sejumlah masjid digunakan sebagai tempat perlindungan sementara, seperti Masjid Jabal Nur (132 jiwa), Masjid Al Muttaqin (58 jiwa), dan Masjid Ubay Bin Ka'ab (87 jiwa).
Sementara itu, Kecamatan Biringkanaya juga mengalami dampak besar dengan 298 jiwa dari 86 KK mengungsi di 5 titik pengungsian. Di antaranya tersebar di Masjid Grand Rahmani (90 jiwa) dan SDN Paccerakkang (63 jiwa).
Di Kecamatan Tamalanrea, sebanyak 160 jiwa dari 41 KK mengungsi di Masjid H. Sulaemana. Sedangkan di Kecamatan Tamalate, terdapat 115 jiwa dari 30 KK yang mengungsi di Jalan Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Mangasa.
2. Ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 1,7 meter

BPBD juga mencatat ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 1,7 meter. Titik terdalam berada di Jalan Ujung Bori Blok 8, Kecamatan Manggala yang mencapai 170 cm atau 1,7 meter. Kecamatan Manggala memang masih menjadi wilayah dengan genangan tertinggi.
Di Kecamatan Biringkanaya, ketinggian air juga masih cukup tinggi, terutama di Kotipa XV (130 cm) dan Kotipa XVI (100 cm). Sementara itu, di Kecamatan Tallo, khususnya Kelurahan Kaluku Bodoa, genangan di Jalan Permandian II, Lorong 3 dan 4 yaitu 20 cm.
Di beberapa titik di Kecamatan Panakkukang dan Tamalanrea, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian rata-rata di bawah 30 cm, seperti di Jalan Sulaemana (25 cm) dan Kompleks IDI (15 cm).
3. Warga diimbau segera mengungsi jika air semakin meningkat

BPBD Makassar mengimbau warga yang berada di daerah rawan banjir untuk segera mengungsi jika kondisi air semakin meningkat. Tim SAR bersama relawan terus mengevakuasi dan mendistribusikan bantuan ke lokasi terdampak.
Warga yang membutuhkan pertolongan darurat diminta segera menghubungi BPBD Makassar atau aparat setempat untuk mendapatkan bantuan evakuasi.
"Warga bisa menghubungi layanan kedaruratan nomor 112 jika berada dalam kondisi darurat," kata Kepala BPBD Makassar, Hendra Hakamuddin


















