Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Di Unhas, Appi Ungkit Luka Kekalahan dari Kotak Kosong: Saya Malu ke Warkop

Di Unhas, Appi Ungkit Luka Kekalahan dari Kotak Kosong: Saya Malu ke Warkop
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membawakan kuliah umum bertema “Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar” di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat (22/5/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya Sih
  • Munafri Arifuddin atau Appi membagikan kisah perjuangannya dari dua kali kalah pilkada, termasuk kekalahan memalukan dari kotak kosong pada 2018 yang membuatnya sempat menarik diri dari pergaulan.
  • Setelah gagal lagi di Pilkada 2020, Appi akhirnya memenangkan Pilkada Makassar 2024 bersama Aliyah Mustika Ilham dengan sekitar 54 persen suara, menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengejar cita-cita.
  • Dalam kuliah umum di Unhas, Appi menceritakan perjalanan hidupnya dari penyiar radio hingga memimpin PSM Makassar dan mengajak mahasiswa berjiwa wirausaha demi kemajuan ekonomi Kota Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membagikan kisah perjalanan hidup dan karier politiknya saat memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Jumat (22/5/2026). Di hadapan mahasiswa, pria yang akrab disapa Appi itu menceritakan perjuangannya dari dua kali kalah pilkada hingga akhirnya terpilih memimpin Kota Makassar.

Appi mengaku pernah mengalami masa terpuruk setelah kalah dari kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018. Namun dia memilih bangkit dan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran hingga akhirnya memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Aliyah Mustika Ilham.

1. Appi mengaku malu usai kalah dari kotak kosong

ilustrasi pemilu (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi pemilu (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam kuliah umum bertema “Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar”, Appi secara terbuka menceritakan pengalaman politiknya. Dia menyebut menjadi salah satu figur yang tiga kali mengikuti pilkada hanya dalam enam tahun terakhir.

Pada Pilkada Makassar 2018, Appi maju sebagai calon wali kota dan berhadapan dengan kotak kosong. Hasilnya, dia kalah dari kotak kosong dalam kontestasi politik yang sempat menyita perhatian nasional itu.

“Tahun 2018 saya maju sebagai calon Wali Kota Makassar. Lawannya kotak kosong, dan saya kalah oleh kotak kosong,” ungkapnya.

Kekalahan tersebut diakuinya meninggalkan rasa malu yang mendalam. Bahkan selama tujuh bulan, dia mengaku enggan datang ke warung kopi karena merasa menjadi bahan pembicaraan orang-orang.

“Selama tujuh bulan saya tidak pernah ke warung kopi. Bukan karena kalahnya, tapi malunya. Setiap ada orang berbisik saya merasa dibicarakan sebagai orang yang kalah dari kotak kosong,” kenangnya.

2. Dua kali gagal sebelum akhirnya menang Pilkada 2024

IMG-20260220-WA0335.jpg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menghadiri momentum satu tahun pemerintahan MULIA di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (20/2/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Setelah kalah pada 2018, Appi kembali maju pada Pilkada 2020 bersama Rahman Bando. Saat itu, kontestasi berlangsung di tengah pandemi COVID-19 sehingga aktivitas kampanye dibatasi dan banyak dilakukan secara virtual.

Namun hasil Pilkada 2020 kembali tidak berpihak kepadanya. Meski begitu, Appi menegaskan kegagalan tidak membuatnya berhenti memperjuangkan cita-citanya menjadi pemimpin Kota Makassar.

Pada Pilkada 2024, dia kembali maju bersama Aliyah Mustika Ilham. Pasangan ini akhirnya memenangkan kontestasi dengan perolehan sekitar 54 persen suara.

“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya kepada mahasiswa.

Menurut Appi, keberhasilan menjadi Wali Kota Makassar merupakan mimpi yang diperjuangkannya selama bertahun-tahun. Dia menilai seseorang tidak akan mudah lelah jika menjalani pekerjaan yang memang menjadi cita-citanya.

3. Cerita hidup Appi dari penyiar radio hingga pimpin PSM

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin (tengah) dalam perkenalan pemain anyar. IDN Times / MO PSM Makassar
Munafri Arifuddin (tengah) saat menjadi CEO PSM Makassar dalam perkenalan pemain anyar di tahun 2020. (Dok. IDN Times/MO PSM Makassar)

Selain membahas politik, Appi juga menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan ekonomi. Dia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan harus membiayai kuliahnya sendiri setelah semester pertama.

Ia mengatakan pernah bekerja sebagai penyiar radio demi melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Unhas. Pengalaman itu menjadi salah satu pelajaran penting tentang kerja keras dan konsistensi dalam mengejar tujuan hidup.

Appi juga sempat menyinggung pengalamannya memimpin PSM Makassar pada 2016 saat klub berada dalam kondisi sulit akibat dampak sanksi FIFA. Dia mengaku melakukan perubahan besar di tubuh manajemen hingga akhirnya PSM bangkit dan meraih prestasi.

“Tahun 2019 setelah 19 tahun tanpa trofi, PSM akhirnya juara Piala Indonesia,” ujarnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Appi turut mendorong mahasiswa untuk memiliki jiwa entrepreneurship dan berani membangun relasi sejak di bangku kuliah. Menurutnya, Kota Makassar membutuhkan lebih banyak entrepreneur karena pertumbuhan kota selama ini ditopang sektor perdagangan dan jasa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More