Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail berbicara pada kegiatan sertifikasi calon pembimbing haji di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (IDN Times/Darsil Yahya)
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Abd. Rasyid Masri, mengatakan kerja sama pelatihan pembimbing haji dengan pemerintah sudah berlangsung cukup lama.
Untuk pelatihan yang sebelumnya digelar bersama Kementerian Agama, kegiatan serupa telah berlangsung sekitar 11 hingga 12 kali. Sementara kerja sama dengan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) kini memasuki angkatan keempat.
"Kalau dihitung, sudah 16 kali," kata Rasyid.
Menurutnya, pengalaman panjang tersebut menjadi modal dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi pembimbing haji dan umrah. Namun, ia menegaskan sertifikasi tidak boleh hanya berorientasi pada pemberian dokumen kepada peserta.
"Target kita sebenarnya bukan bagaimana saudara-saudara kita itu mendapat sertifikat secara formalitas saja," imbuhnya.
Pembimbing, lanjut Rasyid, harus mampu memberikan rasa aman dan tenang kepada jamaah sekaligus memiliki kompetensi untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama proses ibadah.
Tahun ini, jumlah peserta mencapai 81 orang. Angka tersebut melebihi estimasi awal panitia yang hanya memproyeksikan sekitar 70 peserta.
"Ini alhamdulillah tembus 80, tepatnya 81 orang. Yang tadinya estimasi kita hanya 70-an, karena mungkin spirit dan animo mereka tinggi, bertambah menjadi 81 orang," sebutnya.
Para peserta berasal dari 12 provinsi, di antaranya Papua, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya.
Rasyid mengatakan jumlah daerah asal peserta tahun ini sebenarnya masih lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada pelatihan terdahulu, peserta bahkan datang dari sejumlah wilayah Kalimantan hingga Nusa Tenggara.
"Tapi ini agak kurang sih, dulu itu luar biasa sampai beberapa daerah di Kalimantan juga ada, bahkan dulu ada dari NTT," ungkapnya.
Ia menduga minimnya peserta dari Nusa Tenggara Timur berkaitan dengan kondisi gempa yang baru terjadi di wilayah tersebut. Meski begitu, Rasyid berharap seluruh rangkaian sertifikasi berjalan lancar dan mampu mencetak pembimbing haji yang benar-benar profesional.
"Mudah-mudahan ini berjalan dengan bagus. Untuk menjadi pembimbing haji yang profesional, harus melewati pintu pelatihan sertifikasi pembimbing haji."