Ilustrasi terjebak doom spending(pexel.com/Ivan Samkov)
Perasaan bersalah yang muncul setelah berbelanja sering kali menjadi tanda bahwa belanja tersebut dilakukan secara impulsif dan tanpa perencanaan matang. Jika setelah melakukan pembelian kamu merasa menyesal atau bahkan cemas, ini adalah sinyal kuat bahwa belanja tersebut bukanlah kebutuhan, melainkan dorongan emosional.
Perasaan bersalah ini biasanya muncul karena kita sadar bahwa pengeluaran tersebut tidak sebanding dengan nilai yang didapatkan. Cobalah untuk lebih bijaksana dalam memutuskan setiap pembelian dengan mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat.
Dengan mengenali tanda-tanda doom spending ini, kita bisa lebih waspada dan mengendalikan kebiasaan belanja agar tidak merusak kondisi keuangan di masa depan.