Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
390 Jemaah Haji Sulawesi Utara Bakal Berangkat Awal Mei 2026
Jemaah haji Indonesia kloter pertama tiba di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. (IDN Times/Yogie Fadila)
  • Sebanyak 390 calon jemaah haji asal Sulawesi Utara dijadwalkan berangkat awal Mei 2026 melalui embarkasi Balikpapan setelah masuk Asrama Haji Tuminting, Manado.

  • Pemerintah Provinsi Sulut menaikkan subsidi biaya haji menjadi Rp5 juta per orang sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur agar biaya ibadah tetap terjangkau.

  • Gubernur Sulut menyampaikan harapan adanya embarkasi haji di daerah sendiri demi efisiensi dan kenyamanan jemaah, sementara evaluasi layanan terus dilakukan secara berkala.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada 390 orang dari Sulawesi Utara mau berangkat haji di bulan Mei tahun 2026. Mereka akan nginap dulu di Asrama Haji Manado lalu pergi ke Balikpapan. Barang-barang mereka sudah datang semua. Pemerintah kasih uang bantuan lebih banyak biar biaya haji tidak mahal. Sekarang mereka disuruh siap-siap dan jaga badan biar sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDNTimes - Sebanyak 390 anggota jemaah haji asal Sulawesi Utara bakal diberangkatkan ke Arab Saudi pada awal Mei 2026. Jemaah akan masuk Asrama Haji Tuminting, Manado, pada Jumat (1/5/2026). 

Jemaah akan lebih dulu diberangkatkan ke embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur, keesokan harinya. Wahyudin menyebut persiapan administratif para jemaah juga sudah lengkap.  Selain itu, perlengkapan seluruh CJH juga sudah tiba di Manado.

"Terakhir itu koper CJH, sudah tiba di Manado akhir pekan lalu," tutur Wahyudi, Sabtu (25/4/2026).

1. Subsidi dari Pemprov Sulut naik

Audiensi Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Sulut, Wahyudin Ukoli, pekan lalu. Dok. Pemprov Sulut

Subsidi biaya jemaah haji asal Sulawesi Utara pada tahun 2026 naik menjadi Rp 5.000.000 per orang. Sebelumnya, subsidi dari Pemerintah Provinsi Sulut hanya Rp 3.800.000.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulut, Anna Pangalila. Kenaikan tersebut disepakati usai Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulut, Wahyudin Ukoli, beberapa waktu lalu.

Anna menyebut bahwa pihaknya ingin memastikan jemaah haji asal Sulut bisa beribadah dengan biaya lebih terjangkau. "Meskipun ada faktor eksternal ya seperti kenaikan harga avtur, tapi kami upayakan jemaah haji bisa tetap nyaman," ujarnya.

2. Respons kenaikan harga avtur

Pengisian avtur ke maskapai kloter JCH embarkasi Palembang (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Wahyudin mengapresiasi Pemprov Sulut yang menaikkan subsidi biaya haji bagi calon jemaah haji (CJH). Kenaikan subsidi tersebut merupakan respons terhadap kenaikan harga avtur yang ikut menaikkan biaya perjalanan haji.

Wahyudin pun meminta para CJH tidak khawatir lagi terkait biaya haji. Kini, tugas CJH adalah mempersiapkan diri dengan baik.

"Jaga kondisi fisik dan melengkapi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Ini penting agar pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan baik dan lancar,” tutur Wahyudin.

3. Harap ada embarkasi haji sendiri

Audiensi Pemprov Sulut dan Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Sulut akhir pekan lalu. Dok. Pemprov Sulut

Dalam pertemuan akhir pekan lalu, Wahyudin menyebut Yulius mengungkapkan keinginan adanya embarkasi haji di Sulut. Menurutnya, hal ini penting bagi kenyamanan para CJH serta meningkatkan efisiensi keberangkatan.

Wahyudin pun berkomitmen terus menjaga kualitas layanan. Evaluasi tahapan penyelenggaraan haji juga dilakukan secara berkala demi meningkatkan kualitas.

"Pokoknya seluruh proses pelayanan jemaah haji menjadi prioritas utama kami dari berangkat sampai pulang nanti," tambah Wahyudin.

Editorial Team