Comscore Tracker

Bonsai Kelapa dari Palopo Semakin Digemari Pencinta Tanaman Hias

Bisa dibanderol hingga Rp3 juta perpohon

Makassar, IDN Times - Tren tanaman hias memang tak ada habisnya. Terlebih sejak pandemik di mana aktivitas lebih banyak dihabiskan dalam rumah, berkebun atau merawat tanaman jadi salah satu kegiatan paling digemari.

Mendadak, tanaman hias jadi komoditas panas di pasaran. Mulai dari Janda Bolong (Monstera obliqua dan Monstera adansonii), Aglonema yang masuk jenis talas-talasan, jenis Philodendron, Calathea, Alocasia, Homalomena dan masih banyak lagi.

Permintaan tinggi membuat harganya dibanderol dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Namun dari deretan tanaman hias yang jadi buruan, salah satunya berasal dari Sulawesi Selatan. Namanya, bonsai kelapa.

1. Bonsai kelapa asal Palopo bahkan menarik minat pencinta tanaman hias di luar Sulawesi

Bonsai Kelapa dari Palopo Semakin Digemari Pencinta Tanaman HiasSalah satu pohon bonsai kelapa asal Palopo, Sulawesi Selatan, diperiksa oleh petugas Balai Karantina Pertanian Makassar pada Sabtu (24/1/2021). (Dok. Balai Karantina Pertanian Makassar)

Rasa antusias masyarakat seolah belum padam, bahkan meluas ke luar Sulawesi. Buktinya pada Sabtu, 23 Januari 2021 kemarin, Balai Karantina Pertanian Makassar Wilayah Kerja (Wilker) Kantor Pos Baddoka kedatangan 38 pohon bonsai kelapa. Berasal dari Palopo, pohon-pohon tersebut akan dikirim ke para pembeli di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan dokumen untuk mencocokkan jumlah dan jenis barang serta pemeriksaan fisik untuk melihat bahwa bonsai kelapa ini bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK)," ujar Adriati, Pejabat Karantina Wilker Kantor Pos Baddoka, dalam keterangan tertulis.

2. Harga bonsai kelapa berkisar dari Rp150 ribu hingga Rp3 juta

Bonsai Kelapa dari Palopo Semakin Digemari Pencinta Tanaman HiasBeberapa pohon bonsai kelapa asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang lebih dulu jalani pemeriksaan oleh Balai Karantina Pertanian Makassar pada Sabtu (24/1/2021). (Dok. Balai Karantina Pertanian Makassar)

Palopo memang sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil bonsai kelapa lantaran banyaknya pusat budi daya. Selain di Palopo, ada juga pegiat di Luwu Utara, Luwu Timur plus Luwu. Belakangan muncul pula di Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan bahkan Aceh.

Tampilan daun hingga akar bonsai kelapa akan semakin menarik seiring usia. Harga yang dibanderol pun antara Rp150 ribu hingga Rp3 juta perpohon. Ini pun tergantung keunikan dan umur pohonnya. Contohnya bonsai kelapa dengan tunas bercabang atau ganda, disebut-sebut bisa ditawar hingga jutaan rupiah.

Baca Juga: Cerita Seru Siswa SMP di Makassar Berkebun Akuaponik di Balkon Rumah

3. Bonsai kelapa jadi pilihan untuk menambah suasana natural dalam ruangan

Bonsai Kelapa dari Palopo Semakin Digemari Pencinta Tanaman HiasAnggota Komunitas Bonsai Indonesia koordinator daerah Karawang merawat bonsai kelapa di Desa Warungbambu, Karawang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2020). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

Seperti bonsai lainnya, hasil pembiakan tanaman daerah tropis Cocos nucifera dalam pot tersebut digemari oleh ibu rumah tangga sebab ukurannya yang minimalis. Bonsai kelapa pun memiliki nilai seni sehingga bisa menambah suasana natural dalam ruangan.

Kendati demikian, cara pembuatannya susah-susah gampang. Banyak hal yang harus diperhatikan. Mulai dari pemilihan kelapa sebagai bibit, ukuran pot, penentuan posisi tunas, termasik teknik membonsai.

Gimana? Tertarik memelihara bonsai kelapa juga?

Baca Juga: 9 Ide Koleksi Tanaman Hias ala Putri Titian, Ada Lidah Mertua Juga

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya