Kisah Jemaah Jalani I'tikaf di Masjid Al Markaz demi Memperbaiki Diri

- Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar ramai dikunjungi jemaah dari berbagai daerah untuk menjalani i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadan.
- Ramli, jemaah asal Jeneponto, mengikuti i’tikaf sambil berjualan produk herbal dan terapi urut sebagai bagian dari rutinitas tahunan memperdalam agama.
- Yusuf, jemaah asal Makassar, memilih bermalam di area masjid selama Ramadan agar lebih fokus beribadah meski harus mencari sahur sendiri di sekitar masjid.
Makassar, IDN Times - Suasana di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar semakin ramai memasuki 10 malam terakhir Ramadan. Sejumlah jemaah datang dari berbagai daerah untuk mengikuti i’tikaf, bahkan ada yang bermalam di area masjid selama beberapa hari.
Di salah satu sudut masjid, Ramli (29) terlihat bercengkrama dengan jemaah lainnya. Laki-laki asal Jeneponto itu datang seorang diri untuk menjalani i’tikaf sekaligus berjualan produk herbal.
Ramli tiba di Makassar sejak Selasa pagi. Setelah menempuh perjalanan dari kampung halamannya, dia langsung menuju Masjid Al-Markaz untuk memulai rangkaian ibadah.
"Saya datang dari Jeneponto, berangkat pagi dan tiba sekitar jam tiga sore. Sudah mulai ikut i’tikaf sejak kemarin," kata Ramli saat ditemui di Masjid Al-Markaz, Makassar, Rabu (11/3/2026).
1. I’tikaf sebagai cara memperbaiki diri

Bagi Ramli, mengikuti i’tikaf menjadi cara untuk memperbaiki diri dan memperdalam pemahaman agama. Meski sudah berkeluarga, dia tetap menyempatkan waktu datang ke Makassar setiap Ramadan.
Dia menyebut Masjid Al-Markaz menjadi pilihan untuk menjalani i’tikaf. Suasana ibadah yang ramai dan berbagai kegiatan keagamaan menjadi alasan memilih masjid tersebut.
"Saya datang untuk memperbaiki diri dan memperdalam tentang agama. Di sini juga banyak kegiatan ibadah," katanya.
2. Aktivitas ibadah dan berjualan

Selama berada di masjid, Ramli membawa dagangan berupa produk herbal dan jasa terapi urut. Aktivitas berjualan berlangsung di sela-sela waktu ibadah.
Dalam empat tahun terakhir, Ramli rutin datang ke Masjid Al-Markaz setiap Ramadan. Kedatangannya khusus untuk mengikuti i’tikaf.
"Saya sudah empat kali ikut i’tikaf di sini dalam empat tahun terakhir," katanya.
3. Jemaah bermalam di masjid

Selain Ramli, ada pula Yusuf, jemaah asal Makassar yang sudah tinggal di sekitar Masjid Al-Markaz sejak dua bulan terakhir. Dia memutuskan menetap di area masjid untuk lebih fokus beribadah.
Yusuf mengatakan memilih bermalam di masjid karena ingin memperbaiki diri. Ia juga ingin memperbanyak ibadah selama Ramadan.
"Saya di sini sudah 1 bulan 20 hari. Masuk bulan puasa, ini hari ke-20, jadi lanjut i'tikaf ini malam," kata Yusuf.
Dia menjalani aktivitas ibadah setiap malam bersama jemaah lain yang mengikuti rangkaian i’tikaf di masjid tersebut. Kegiatan biasanya dimulai sekitar pukul 01.00 WITA hingga menjelang waktu sahur.
Meski pengelola masjid tidak menyediakan sahur, Yusuf tetap mengikuti i’tikaf. Dia dan jemaah lain biasanya mencari makanan sendiri di sekitar area masjid.
"Sahurnya tidak ada di sini, jadi cari sendiri," kata Yusuf.

















![[BREAKING] Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Dipecat dari Polri](https://image.idntimes.com/post/20260310/upload_ad8d7ecdae490439ab82946385d3c38c_114f0771-d1be-4ec1-ae54-f621953b0a23_watermarked_idntimes-1.jpeg)
