Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Xanana Gusmao Bakal Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Unhas
Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Universitas Hasanuddin akan menganugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao melalui Program Doktor Administrasi Publik FISIP, pada 5 September 2026 di Makassar.
  • Unhas menilai pengalaman Xanana memimpin Timor Leste dari masa konflik menuju pembangunan dan stabilitas relevan bagi kajian kepemimpinan, administrasi pemerintahan, serta hubungan damai kawasan.
  • Gelar kehormatan ini diberikan secara selektif atas kontribusi luar biasa; Xanana menambah daftar penerima Unhas setelah Soekarno pada 1963 dan Nelson Mandela pada 2005.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Universitas Hasanuddin akan menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada Perdana Menteri Timor Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmao. Penganugerahan gelar kehormatan tersebut diberikan melalui Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas.

Upacara penganugerahan akan digelar di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, pada Sabtu (5/9/2026). Unhas menilai perjalanan kepemimpinan Xanana Gusmao dalam membawa Timor Leste melewati masa konflik menuju pembangunan memiliki relevansi dengan perspektif kepemimpinan dalam studi Administrasi Publik.

1. Unhas nilai kepemimpinan Xanana relevan dengan Administrasi Publik

Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Darsil Yahya

Dekan FISIP Unhas yang juga menjadi promotor, Prof. Sukri, mengatakan pengalaman Xanana dalam kepemimpinan publik dan administrasi pemerintahan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian gelar kehormatan tersebut.

Menurutnya, Xanana telah menerima berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga atas kontribusi dan kiprahnya. Namun, penganugerahan dari Unhas memiliki kekhususan karena diberikan melalui perspektif kepemimpinan dalam kerangka akademik Administrasi Publik.

“Kalau melihat kontribusi dan berbagai pencapaian beliau selama ini, tentu sudah sangat luar biasa. Saya kira, penghargaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak penghargaan yang telah beliau terima dari berbagai lembaga. Namun, bagi kami, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana penghargaan ini diberikan dalam kerangka kepemimpinan beliau,” kata Sukri dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

2. Xanana pernah jadi presiden dan perdana menteri

PM Timor Leste Xanana Gusmao. (Dok. BPMI Setpres)

Xanana dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Timor-Leste. Setelah referendum 1999 dan proses transisi menuju kemerdekaan, Xanana terpilih sebagai Presiden pertama Timor-Leste pada 2002. Xanana kemudian menjabat sebagai Perdana Menteri Timor-Leste pada 2007–2015. Ia kembali memimpin pemerintahan Timor-Leste sejak 2023.

Perjalanan tersebut menempatkan Xanana dalam dua fase penting sejarah negaranya, yakni perjuangan membangun negara serta pengelolaan pemerintahan setelah kemerdekaan. Bagi Unhas, pengalaman itu memberikan konteks akademik untuk melihat kepemimpinan sebagai bagian dari proses pembangunan administrasi dan pemerintahan.

Unhas menilai Xanana menghadapi tantangan kompleks dalam membawa masyarakat Timor-Leste melewati pengalaman konflik menuju kondisi negara yang lebih stabil. Kepemimpinannya juga dinilai terlihat dalam upaya menjaga hubungan damai dan harmonis dengan negara-negara di kawasan.

“Kami mengakui keberhasilan beliau dalam membawa masyarakat dan negaranya menuju kondisi yang jauh lebih baik, khususnya setelah melalui berbagai tantangan dan pengalaman masa lalu,” ucap Sukri.

3. Gelar doktor kehormatan diberikan secara selektif

Prof. Sukri Dekan FISIP Unhas sekaligus promoto gelar doctor honoris causa Xanana Gusmao. (Dok. Unhas)

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Suharman Hamzah, mengatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa merupakan bentuk penghargaan akademik yang diberikan secara selektif. Penerima gelar, kata dia, dinilai berdasarkan kontribusi dan jasa luar biasa dalam bidang tertentu. Penerimanya dapat berasal dari warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

“Penerima itu bisa WNI atau WNA dengan bukti memiliki kontribusi dan jasa luar biasa dalam bidang ilmu sosial politik, teknologi, seni, dan bidang lainnya,” jelas Prof. Suharman.

Dalam konteks Xanana Gusmao, kontribusi tersebut dipertimbangkan melalui perspektif kepemimpinan yang memiliki relevansi dengan bidang Administrasi Publik. Pemberian gelar melalui program doktor juga mencerminkan keterkaitan antara pengalaman praktis seorang pemimpin dengan pengembangan pengetahuan akademik.

Penganugerahan kepada Xanana Gusmão akan menambah deretan tokoh yang pernah menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Unhas. Sebelumnya, Unhas pernah menganugerahkan gelar kehormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno pada 29 April 1963 dalam bidang Ilmu Politik Hubungan Antar-Negara.

Unhas juga pernah memberikan gelar kehormatan kepada Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan dan tokoh perjuangan anti-apartheid, pada 10 Agustus 2005.

Curated For You

Editorial Team

Related Article