Warga Jarah Minyak Goreng dari Truk Kontainer yang Terbalik di UNM

Makassar, IDN Times - Truk Kontainer yang mengangkut minyak goreng terbalik di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jl AP Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/10/2024) pagi.
Pantauan di lokasi, truk kontainer berpelat nomor DD 8941 MW itu telah dikerumuni oleh warga yang hendak mengambil tumpahan minyak goreng. Bahkan warga yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak terus berdatangan di lokasi dengan membawa botol galon, jerigen hingga ember untuk menampung minyak goreng yang tumpah tersebut.
1. Truk membawa 20 ton minyak goreng

Kepala Sub Unit Penegakan Hukum Polrestabes Makassar Ipda Darwis mengatakan insiden truk kontainer pengangkut minyak goreng terbalik terjadi sekitar Pukul 06.00 Wita. Truk melaju dari utara ke selatan, penurunan di Jalan Tol.
"Penyampaian sopir dia hendak menghindari mobil di depannya, sudah klakson namun karena beratnya 20 ton lebih jadi sulit untuk mengerem," kata Darwis kepada IDN Times di lokasi, Kamis.
Dia menyebut, truk kontainer yang terbalik itu membawa 20 ton minyak goreng dikemudikan oleh pria berinisial A. Minyak rencananaya akan dibawa ke PT Wings di Kabupaten Gowa.
"Jadi dia hindari mobil di depannya, banting ke kiri, sambarki tembok depannya UNM, lalu terguling ke kanan," ujarnya.
Darwis mengaku kondis sopir dalam keadaan baik. Hanya kerugian material yang dialami sang sopir akibat truknya terbalik dan minyak goreng yang dimuatnya tumpah dan dijarah oleh warga. "Sopirnya baik-baik saja hanya kerugian materil," ucapnya.
2. Polisi kewalahan larang warga berebut tumpahan minyak goreng

Terkait banyaknya warga yang mengambil tumpahan minyak goreng, Darwis mengungkapkan, pihaknya telah melarang dan mengimbau warga untuk tidak mengambil minyak. "Bahayanya nanti kalau kontrainer lepas (menimpa warga) bisa menyebabkan kecelakaan lagi. Tapi mau diapa karena ibu-ibu ini susah dilarang," tuturnya.
Darwis juga mengaku kewalahan karena warga yang datang semakin banyak meski telah dilarang mengambil tumpahan minyak. "Sudah mengimbau, kita sudah pasang garis juga, barrier, dilarang masuk, tapi tidak bisa antisipasi warga karena (minyaknya) sudah tumpah masuk di jalan, susah dilarang ibu-ibu," ucap Darwis.
3. Warga ingin pakai minyak goreng untuk jualan

Sementara salah satu warga yang ikut berebutan tumpahan minyak goreng mengaku datang ke lokasi karena mendapat info dari keponankannya yang kerja di kampus UNM. "Saya ambil daripada terbuang (sia-sia)," ujarnya.
Dia mengatakan, minyak yang diperolehnya pun bakal digunakan untuk menjual gorengan. "Saya mau pakai menggoreng karena saya penjual Jalangkote," tandasnya.
Risma warga lainnya mengatakan, datang ke lokasi bersama anaknya karena dapat info dari tetangganya. "Saya warga Jl Bontoramba darang ke sini, saya dapat (minyak goreng) 1 galon, mungkin sekitar 10 liter," kata dia.



















