Viral Video Perusakan Baliho AURAMA di Gowa, Pelaku Diamankan

Makassar, IDN Times – Beredar video perusakan baliho kampanye pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa Amir Uskara-Irmawati (AURAMA) di media sosial. Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Minggu (10/11/2024).
Dalam video yang beredar, seorang pria berkacamata merobohkan alat peraga kampanye (APK) bergambar AURAMA. Pria itu mematahkan kayu rangka serta merobek baliho. Aktivitas pelaku direkam oleh orang lain.
1. Polisi sebut pelaku sudah diamankan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa AKP Bahtiar membenarkan soal adanya peristiwa sesuai video viral. Dia mengatakan polisi sudah mengamankan pelaku perusakan baliho AURAMA, meski sejauh ini belum ada pihak yang melapor atau keberatan.
“Untuk pelaku, tindakan kepolisian tadi malam sudah diamankan sementara oleh pelaku, bukan ditangkap tapi diamankan,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (11/11/2024).
2. Masyarakat diminta tak terprovokasi

Bahtiar mengatakan, pihaknya menunggu jika ada pihak yang melaporkan peristiwa tersebut. Proses hukum akan jadi wewenang Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Bawaslu, sesuai undang-undang (UU) tentang pemilihan umum.
Sembari menunggu proses hukum lebih lanjut, Bahtiar meminta masyarakat Gowa menahan diri dan tak terpancing. “Pendukung semua paslon agar tidak saling memprovokasi, karena begitu banyaknya APK dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
3. Amir Uskara mengingatkan pendukungnya tidak terpancing

Amir Uskara turut merespons perusakan balihonya. Dia meminta para pendukung AURAMA tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Saya menghimbau saudara-saudara sekalian untuk tidak terprovokasi, tidak terpancing dengan beredarnya video pengrusakan terhadap baliho-baliho kita. Itu biasa dalam demokrasi. Itu biasa dalam setiap kontestasi. Saya mengimbau jaga ketenagnan dan ketenteraman masyarakat gowa,” katanya.
Amir mengatakan, bisa jadi perusakan baliho disengaja oleh pihak tertentu untuk memancing. Hal itu, menurut dia, biar jadi urusan petugas keamanan.
“Nanti kita lihat apakah polisi betul-betul akan melakukan tindakan atau tidak atas tindakan perusakan ini,” ucap Amir Uskara.



















