Ilustrasi Polisi. (ANTARA FOTO/Jojon)
Abdul menambahkan, keluarganya khawatir apabila kekerasan yang didapatkan MF berdampak buruk di kemudian hari. Khususnya luka di bagian wajahnya. "Jangan sampai ada pendarahan di otaknya atau di mana. Itu yang kita waspadai. Apalagi ini anak masih muda sekali. Pasti kita khawatir," imbuhnya lagi.
Bukti-bukti kekerasan itulah yang membuat Abdul memberanikan diri mengunggah cerita ini ke media sosial. Abdul menyertakan foto keponakannya. Dalam foto disertai keterangan soal dugaan kekerasan, wajah MF nampak masih lebam di bagian mata kiri. Dokumentasi itu diunggah melalui akun Facebook, Abdul Karim Makassar, 7 jam lalu.
MF, didampingi keluarganya juga telah mendatangi langsung Kantor Polsek Bontoala, Makassar, malam ini. Mereka bahkan telah melapor ke Propam Polda Sulsel dengan harapan agar kasus yang menimpa MF segera ditindaklanjuti. "Sudah ditangani tadi sama ibu Kapolsek. Sudah diperiksa," imbuh ibu korban Darmiyati saat ditemui jurnalis di Kantor Polsek Bontoala.
Terpisah, Kapolsek Bontoala Kompol Andriany Lilikay menepis tudingan penganiayaan pihaknya oleh keluarga korban. Menurut Adriany, informasi tersebut keliru. "Untuk wilayah Bontoala tidak ada itu salah tangkap. Itu kasus tawuran. Sudah ditangani sama Propam," ucap singkat Adriany saat dikonfirmasi terpisah.
Adriany belum bisa menjelaskan rinci terkait kasus yang saat ini ditangani pihaknya. Dia saat ini sedang diperiksa Propam Polda Sulsel terkait kelanjutan ribut-ribut di media sosial hingga pelaporan keluarga MF. "Saya sama anak-anak Propam Polda dulu yah. Kami sementara diambil keterangan dulu," imbuhnya menyudahi.