Makassar, IDN Times - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Toraja Utara mulai kewalahan menghadapi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak. Mereka mengaku kekurangan obat-obatan untuk merawat kerbau-kerbau yang terjangkit penyakit tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Toraja Utara, Lukas Datubarri, menyebutkan hingga Selasa 2 Juli 2022, tercatat ada 101 kerbau yang dinyatakan positif PMK. Lukas mengaku dana untuk penanganan wabah PMK sangat terbatas sehingga membuat mereka kewalahan.
"Sekarang kami lagi kewalahan karena keterbatasan obat-obatan. Permintaan masyarakat itu sangat tinggi. Jadi kami melakukan apa saja yang bisa kami lakukan untuk mengatasi penyebarluasan," kata Lukas melalui telepon, Selasa (12/7/2022).
