Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Hadiri Dialog Kebangsaan di Makassar
Tiyo Ardianto saat masih menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, hadir sebagai narasumber dalam Dialog Kebangsaan di Makassar yang digelar Economic Intellectual Forum dan BEM FEB Unismuh.
  • Acara bertema 'Menuju Indonesia Emas 2045' ini membahas dinamika hukum, politik, serta tantangan demokrasi di Indonesia bersama berbagai elemen masyarakat.
  • Kehadiran Tiyo menarik perhatian publik karena dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang sering mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam rangka menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan yang digelar Economic Intellectual Forum bersama BEM FEB Unismuh Makassar, di Etika Studio, Kecamatan Rappocini, Senin (15/6/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema "Menuju Indonesia Emas 2045: Dinamika Hukum dan Politik dalam Sistem Demokrasi di Indonesia", itu menghadirkan Tiyo sebagai narasumber bersama Direktur Institute Profetik, Asratillah.

"Iya pematerinya ada dua, termasuk Tiyo Ardianto," kata salah satu mahasiswa Unismuh saat ditemui IDN Times di lokasi.

Pantauan IDN Times di lokasi, Tiyo tiba sekitar pukul 19.56 Wita menggunakan mobil Honda Brio berwarna putih. Setibanya di lokasi, dia langsung memasuki area acara tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, sejumlah personel intelijen dari pihak kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi kegiatan. Beberapa di antaranya tampak memantau situasi dan mendokumentasikan area kafe tempat acara berlangsung.

Kehadiran Tiyo menjadi perhatian publik setelah namanya beberapa kali mencuat dalam berbagai forum nasional. Dia dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa yang kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan dialog tersebut terbuka untuk umum dan diikuti oleh mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat. Selain membahas dinamika hukum dan politik nasional, forum itu juga menjadi ruang diskusi terkait tantangan demokrasi menuju Indonesia Emas 2045.

Editorial Team

Related Article