Tilang Elektronik di Makassar Terkendala Pemadaman Listrik PLN

Makassar, IDN Times - Pemadaman listrik bergilir di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya turut berpengaruh terhadap upaya penegakan hukum di jalan. Maraknya pemadaman membuat penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) alias tilang elektronik terhambat.
Hal itu disampaikan Kepala Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel Kompol Gani. Saat pemadaman listrik terjadi, otomatis tilang elektronik tidak beroperasi.
"Kita lihat saja kamera ETLE yang ada di jalan AP Pettarani, itu kita pakai juga lampu blits. Jadi kalau daerah situ mati lampu ya otomatis lampu dan kamera ETLE itu tidak meng-capture pelanggaran lalu lintas di situ," kata Gani di kantornya, Rabu (15/11/2023).
1. Banyak pelanggar lalu lintas lolos saat terjadi pemadaman

Gani mengungkapkan, banyak pelanggar lalu lintas berpotensi lolos dari tilang selama pemadaman listrik terjadi. Apalagi selama ini polisi mengandalkan kamera tilang untuk menjaring pelanggar di jalan raya.
"Entah tidak pakai helm atau ugal-ugalan, kita tidak bisa tindak secara keseluruhan. Jadi siapa yang melanggar waktu lampu menyala ya dialah yang terkena tilang (ETLE)," terang Gani.
2. Tilang pakai ponsel petugas jadi alternatif
Meski begitu, kata Gani, masih ada upaya menindaki pelanggar lalu lintas dengan sistem tilang hand held atau melalui kamera ponsel polisi lalu lintas. Sistem ini tidak terpengaruh pemadaman listrik.
"Jadi yang tidak efektif itu yang kamera ETLE tersebar di 20 titik di Makassar," Gani menerangkan.
3. Pemadaman listrik karena dampak kemarau panjang

Kota Makassar dan sekitarnya seperti Gowa, Maros dan Pangkep, setiap hari mengalami pemadaman listrik bergilir. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Moch Andy Adchaminoerdin, menjelaskan kinerja beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menurun akibat terdampak kemarau panjang. Namun dia menyebut kondisi saat ini mulai berangsur normal.
"Mulai kemarin sudah mulai normal tapi saya sudah sampaikan ke Pak Wali (Wali Kota Makassar) dan jajaran bahwa kita masih dalam posisi siaga," kata Andy, usai menerima kedatangan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Senin (13/11/2023).
Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu, Poso (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan. Sistem ini sangat bergantung terhadap debit air PLTA.
PLTA memegang 33 persen dari total pasokan listrik sistem Sulbagsel. Musim kemarau yang berkepanjangan tentu sangat berdampak pada kinerja PLTA sebab debit air berkurang dan mengakibatkan kemampuan PLTA turun sekitar 75 persen.
"PLTA kami punya pembangkit 850 megawaat. Yang saat ini beroperasi cuma 250 megawatt. Jadi berkurang 600 megawatt," kata Andy.
Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ternyata tidak banyak membantu. El Nino ekstrem yang berkepanjangan juga mengakibatkan penurunan kapasitas PLTB.
"PLTB Tolo Jeneponto dan Sidrap ini nyaris hanya 5 persen beban. Kurang besar anginnya," kata Andy.
Daya Mampu Pasok (DMP) kondisi normal sistem kelistrikan Sulbagsel mencapai 2.300 megawatt. Dalam hal ini, kontribusi PLTA sebesar 850 megawatt dan PLTB sebesar 140 megawatt atau secara total sangat besar sekitar 990 megawatt atau 42 persen.



















