Tiga Pendaki Masih Hilang di Gunung Dukono, SAR Lanjutkan Pencarian

- Tiga pendaki masih hilang di Gunung Dukono setelah erupsi, sementara tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di area puncak sejak Jumat hingga Sabtu.
- Operasi sempat dihentikan karena cuaca buruk dan potensi erupsi susulan, namun dilanjutkan kembali untuk menelusuri titik terakhir keberadaan para pendaki.
- Dari total 20 pendaki, 17 berhasil dievakuasi sementara tiga lainnya—dua WNA dan satu WNI—masih dicari oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi.
Makassar, IDN Times - Proses pencarian tiga pendaki yang masih hilang akibat erupsi Gunung Dukono masih terus berlangsung hingga Sabtu (9/5/2026). Tim SAR gabungan masih berada di area puncak untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terpantau.
Humas Basarnas Ternate, Ichsan, mengatakan tim masih berada di lapangan dan proses pencarian belum selesai.
"Sementara kami masih dalam proses pencarian di puncak. Nanti kami akan update lagi setelah turun," kata Ichsan melalui sambungan telepon kepada IDN Times.
1. Operasi sempat dihentikan sementara

Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Jumat malam (8/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIT. Penghentian itu dipicu kondisi cuaca hujan, medan terjal, jarak pandang terbatas, serta potensi erupsi susulan yang masih terjadi di sekitar kawasan gunung.
"Operasi akan dilanjutkan besok. Adapun kendala yang dihadapi oleh Tim Gabungan di lokasi di antaranya kondisi cuaca hujan, medan terjal, visibility terbatas, hingga bahaya erupsi susulan," kata Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, Jumat (8/5/2026).
2. Sebanyak 17 pendaki berhasil dievakuasi

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 17 dari total 20 pendaki yang terjebak saat erupsi terjadi. Dari jumlah itu, 15 merupakan pendaki dan 2 lainnya pemandu lokal yang turut berada di jalur pendakian.
Tiga pendaki lain masih belum ditemukan. Proses pencarian terhadap ketiganya masih terus berlangsung oleh tim SAR gabungan.
"Masing-masing dua WNA dan satu WNI yang masih dalam pencarian," kata Iwan.
3. Kendala medan dan cuaca masih membayangi

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, potensi SAR, petugas pos pemantauan gunung api, relawan, hingga masyarakat setempat. Seluruh unsur tersebut dikerahkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
Menurut Iwan, seluruh personel telah bekerja sejak awal operasi. Upaya tersebut ditujukan untuk menjangkau lokasi para pendaki yang terdampak erupsi.
"Mohon doanya agar Operasi SAR terhadap 3 orang pendaki yang masih dalam pencarian dapat berjalan dengan aman, lancar dan maksimal," katanya.
Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi pada Jumat pagi (8/5/2026). Tim SAR bergerak menuju lokasi usai menerima sinyal darurat atau SOS dari area pendakian.


















