Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPR Terkesan dengan Tradisi “Bling-Bling” Jemaah Haji Embarkasi Makassar
Gaya busana sebagian jemaah haji asal Sulawesi Selatan saat tiba kembali dari Arab Saudi. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
  • Sri Wulan mengapresiasi pelayanan PPIH Embarkasi Makassar dan menilai jemaah pulang dalam kondisi sehat serta bahagia sebagai bukti keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini.
  • Ia menyoroti gaya berpakaian ‘bling-bling’ jemaah Sulsel sebagai ekspresi budaya unik yang mencerminkan identitas daerah dan perlu dijaga sebagai bagian dari keberagaman nasional.
  • Kloter 31 Debarkasi Makassar tiba lima menit lebih cepat di Bandara Sultan Hasanuddin dengan total 393 orang, seluruhnya kembali lengkap setelah menunaikan ibadah haji selama 41 hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, mengapresiasi pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar saat menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 31 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, kondisi jemaah yang pulang dalam keadaan sehat dan bahagia menjadi indikator keberhasilan pelayanan haji tahun ini.

Sri Wulan juga menyoroti penampilan jemaah haji asal Sulawesi Selatan yang identik dengan pakaian dan aksesori bernuansa “bling-bling”. Ia menilai hal itu sebagai ciri khas yang unik dan layak dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya jemaah haji asal Sulsel.

1. Sri Wulan sebut gaya “bling-bling” jadi identitas jemaah Sulsel

Jemaah haji Debarkasi Makassar Kloter 5 mengenakan pakaian bling-bling saat tiba di Asrama Haji Sudiang setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi, Jumat (5/6/2026). (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Sri Wulan mengaku selama ini hanya mendengar cerita soal penampilan khas jemaah haji Sulsel saat pulang dari Tanah Suci. Namun, untuk pertama kalinya ia menyaksikan langsung tradisi tersebut saat menyambut Kloter 31 di Makassar.

“Itu yang menjadi penasaran saya. Di sini punya kekhususan bagaimana mengungkapkan rasa bahagia setelah menjalani ibadah haji dan kembali ke Indonesia. Saya menyaksikan sendiri, ternyata memang luar biasa, bling-bling-nya tidak ketinggalan,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu mengatakan setiap embarkasi haji di Indonesia memiliki karakter dan identitas masing-masing. Menurutnya, ekspresi budaya yang positif seperti itu merupakan bagian dari keberagaman yang patut dijaga.

“Saya rasa ini perlu dijaga karena mungkin ini menjadi identitas. Masing-masing embarkasi mempunyai ciri khas tersendiri dan saya bangga dengan ciri khas tersebut. Selama ini saya hanya mendengar cerita, tetapi kali ini saya bisa melihat dan menyaksikan langsung,” katanya.

2. Apresiasi untuk PPIH Embarkasi Makassar

Anggota DPR RI Komisi VIII, Sri Wulan (tengah), saat saat menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 31 Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Rabu (24/6/2026). (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Selain menyoroti keunikan jemaah, Sri Wulan juga memuji kinerja PPIH Embarkasi Makassar yang dinilai mampu memberikan pelayanan optimal sejak keberangkatan hingga pemulangan jemaah.

“Alhamdulillah, ini adalah penerimaan jemaah haji Kloter 31 Embarkasi Makassar. Luar biasa, semuanya dalam kondisi sehat, semuanya dalam kondisi bahagia, dan insya Allah semuanya dalam kondisi mabrur,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari PPIH, petugas pendamping, hingga instansi pendukung lainnya.

“Kita melihat tim bekerja sama dengan sangat baik. PPIH Embarkasi Makassar, petugas yang mendampingi, dan seluruh tim yang terlibat telah memberikan pelayanan yang luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi mereka,” katanya.

3. Kloter 31 tiba lebih cepat, bawa 393 orang

Kakanwi Kemenag Sulsel Ali Yafid. (Dok. Kemenag Sulsel)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ali Yafid, menyampaikan Kloter 31 telah menuntaskan rangkaian ibadah haji selama sekitar 41 hari dan kembali ke Tanah Air dalam jumlah lengkap.

“Alhamdulillah, Kloter 31 kembali dengan jumlah lengkap 393 orang. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur,” ungkapnya.

Berdasarkan data PPIH, Kloter 31 tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 14.10 WITA atau lima menit lebih cepat dari jadwal. Total rombongan terdiri dari 389 jemaah dan empat petugas.

Jemaah dalam kloter ini berasal dari berbagai daerah, yakni Kabupaten Bone sebanyak 245 orang, Papua 61 orang, Kabupaten Maros 38 orang, Kabupaten Jeneponto 31 orang, serta jemaah dari Sulawesi Tenggara, Pangkep, Pinrang, Kota Makassar, Wajo, dan Sidrap. Ali Yafid mengingatkan agar kemabruran haji dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.

Editorial Team

Related Article