Makassar, IDN Times - Setelah melewati kemarau panjang, hujan menjadi sesuatu yang dinantikan warga Kota Makassar. Setelah hampir 8 bulan kemarau, hujan deras akhirnya mengguyur pada Selasa (27/10/2026). Hari ini, Selasa (3/11/2026), hujan kembali mengguyur kota ini.
Namun, hal ini justru menyisakan persoalan. Dalam waktu singkat, sejumlah ruas jalan tergenang, termasuk Jalan A.P. Pettarani, yang beberapa tahun terakhir kerap menjadi titik langganan banjir di kota ini.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran tersendiri. Jika hujan yang turun hanya dalam beberapa jam sudah menyebabkan genangan, maka bagaimana ketika Makassar memasuki puncak musim hujan dengan intensitas dan frekuensi hujan yang lebih tinggi?
Persoalan ini bukan semata-mata soal banyaknya air yang turun dari langit. Kemampuan saluran drainase menampung dan mengalirkan air juga menjadi penentu. Saluran yang tersumbat sampah, sedimentasi, maupun kerusakan infrastruktur dapat membuat air tertahan dan meluap ke jalan.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebenarnya masih menggencarkan pengerukan dan pembersihan drainase sebagai langkah antisipasi banjir. Namun, genangan yang muncul setelah hujan deras menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah penanganan banjir belum sepenuhnya selesai.