Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Punya 8.000 Titik CCTV, Pemkot Makassar Akui Belum Semua Terintegrasi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan strategi penguatan keamanan berbasis teknologi dalam Rakor Forkopimda Kota Makassar di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (31/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Pemkot Makassar menyiapkan sekitar 8.000 titik CCTV berbasis jaringan fiber optik untuk terhubung ke war room dan memperkuat pemantauan keamanan kota.
  • Sebagian sambungan CCTV masih dalam pembenahan, maintenance, dan interkoneksi; Pemkot menargetkan percepatan aktivasi agar seluruh kamera berfungsi optimal.
  • CCTV, layanan darurat 112 selama 24 jam, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan masyarakat menjadi strategi keamanan terintegrasi di Makassar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mengandalkan ribuan kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) untuk memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan saat ini terdapat sekitar 8.000 titik CCTV yang diarahkan untuk terintegrasi dengan pusat kendali atau war room Pemerintah Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Munafri dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Swiss-Belhotel Makassar, Senin (31/8/2026).

Menurut Munafri, ribuan CCTV tersebut terhubung melalui jaringan fiber optik yang tersentralisasi. Sistem itu diharapkan dapat membantu pemerintah memantau kondisi wilayah secara lebih cepat dan mendukung aparat kepolisian dalam menjaga keamanan.

"Kita mengintegrasikan ribuan kamera pengawas CCTV 8.000 titik untuk terkhusus gorong-gorong dengan jaringan fiber optik yang tersentralisasi," kata Munafri.

1. Sebagian jaringan CCTV masih dalam tahap maintenance

ilustrasi CCTV (dok. Istimewa)

Meski jumlah CCTV yang disiapkan mencapai sekitar 8.000 titik, Munafri mengakui sistem tersebut belum sepenuhnya terintegrasi. Menurutnya, sejumlah sambungan jaringan masih dalam tahap pembenahan dan pemeliharaan. Proses interkoneksi antarsistem juga masih berlangsung agar seluruh CCTV dapat terhubung dengan pusat pemantauan.

"Walaupun sekarang ini kita masih dalam tahap pembenahan dalam tahap maintenance di beberapa tempat yang mengakibatkan beberapa sambungan ini lagi dalam tahap interkoneksi satu dengan yang lainnya," katanya.

Munafri mengatakan Pemkot akan mempercepat proses tersebut. Hal itu ditargetkan agar seluruh CCTV dapat kembali berfungsi dan terhubung secara optimal.

"Secepatnya ini akan bisa selesai dan mengaktivasi seluruh CCTV yang dimiliki oleh pemerintah kota sebagai dasar dari bagaimana kita bisa memantau melalui pola-pola pembangunan digital," katanya.

2. CCTV diharapkan bantu polisi pantau keamanan

Ilustrasi CCTV. (IDNTimes/Dicky)

Munafri mengatakan sistem pengawasan berbasis CCTV tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan pemerintah kota. Keberadaan CCTV diharapkan dapat membantu kepolisian dalam memantau situasi keamanan di berbagai wilayah Kota Makassar, termasuk mendukung respons terhadap kejadian yang membutuhkan penanganan cepat.

Menurutnya, penguatan sistem keamanan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kota, Polri, TNI, Satpol PP, jajaran penegak hukum dan masyarakat. Dia juga berharap organisasi kemasyarakatan (ormas) dapat ikut menjadi mata dan telinga pemerintah dalam memantau kondisi wilayah masing-masing.

"Kami tidak akan mungkin bisa meraih semua ini, bisa menyelenggarakan sendirian tanpa ada support, tim dengan kolaborasi stakeholder yang ada di lingkup Pemerintah Kota Makassar," tuturnya.

3. CCTV jadi bagian dari sistem keamanan berbasis teknologi

Ilustrasi CCTV di Jalan Raya (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj)

Selain CCTV, Pemkot Makassar juga mengandalkan layanan panggilan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam. Layanan tersebut disiapkan untuk menerima laporan masyarakat terkait berbagai kondisi darurat, mulai dari kriminalitas, medis, kebencanaan hingga kejadian lainnya.

Munafri mengatakan kombinasi CCTV, layanan 112, koordinasi lintas instansi, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari strategi pemerintah kota. Strategi tersebut diarahkan untuk membangun sistem keamanan yang lebih terintegrasi.

"Respon cepat 112, layanan panggilan darurat 24 jam terpadu untuk segala insiden kriminalitas, medis dan bencana ini kita aktifkan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article