PT Vale Sebut Kompensasi Dampak Tumpahan Minyak Towuti Capai 75 Persen

- PT Vale Indonesia menanggapi kritik WALHI soal kebocoran pipa minyak di Towuti dengan menegaskan komitmen transparansi dan tanggung jawab terhadap publik.
- Perusahaan menyebut penanganan tumpahan minyak telah mencapai 75,65 persen, termasuk pembersihan area terdampak dan pemberian kompensasi kepada masyarakat secara terbuka.
- PT Vale memperkuat sistem operasional dan pengawasan internal untuk mencegah insiden serupa, menegaskan tanggung jawab moral dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Makassar, IDN Times - PT Vale Indonesia Tbk memberikan klarifikasi terkait insiden kebocoran pipa minyak pada 23 Agustus 2025 di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Pernyataan ini disampaikan menanggapi sorotan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan yang menilai penanganan tumpahan minyak belum tuntas.
Melalui hak jawab resmi, PT Vale menegaskan pihaknya menghormati kebebasan berpendapat. Perusahaan menekankan tekad untuk menjawab secara terbuka, faktual, dan bertanggung jawab.
"PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari prinsip demokrasi, termasuk pandangan yang disampaikan oleh berbagai pihak, sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis pada data yang akurat," kata Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, dalam keterangan resminya yang diterima IDN Times, Kamis (2/4/2026).
1. PT Vale mengaku paham kekhawatiran publik

PT Vale menyampaikan bahwa mereka memahami kekhawatiran publik terkait kondisi lingkungan dan masyarakat terdampak. Hal ini merujuk pada hasil pemantauan terkait insiden kebocoran pipa tersebut.
"Kami memandang hal ini sebagai perhatian yang sah dan penting untuk dijawab secara terbuka, faktual, dan bertanggung jawab," kata Vanda.
2. Upaya penanganan tumpahan minyak dan kompensasi masyarakat
Sejak hari pertama kejadian, PT Vale mengklaim telah mengambil langkah cepat dan terukur. Tindakan tersebut meliputi penghentian sumber kebocoran secepat mungkin, pembersihan menyeluruh di seluruh titik terdampak, pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan, serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
"Seluruh proses pembersihan di area terdampak telah diselesaikan. Hingga 30 Maret 2026, realisasi kompensasi kepada masyarakat terdampak telah mencapai 75,65 persen dan terus berjalan secara transparan dan akuntabel," kata Vanda.
3. Tegaskan tanggung jawab moral untuk lingkungan
Selain penanganan darurat, perusahaan menyebut telah mengimplementasikan penguatan sistem untuk mencegah kejadian serupa. Upaya tersebut mencakup peningkatan standar operasional, sistem pemantauan, dan pengawasan internal yang lebih ketat.
PT Vale menekankan komitmen tinggi terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan. Perusahaan juga membuka diri untuk dialog konstruktif agar setiap temuan dapat diklarifikasi secara objektif dan berbasis data.
"Bagi kami, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi tanggung jawab moral yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata dan terukur," kata Vanda.



















