Profil Kapten Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR 42-500

- Kapten Andy Dahananto berpengalaman sebagai pilot sejak 1988, lulus dari Juanda Flying School, dan menduduki posisi teknis dan strategis di Indonesia Air Transport (IAT).
- Andy juga menjabat sebagai Direktur Operasi IAT, bertanggung jawab atas seluruh aspek operasional penerbangan, meski tetap aktif menerbangkan pesawat.
- Pesawat ATR 42-500 jatuh karena menabrak Gunung Bulusaraung, dikategorikan sebagai controlled flight into terrain (CFIT) oleh KNKT.
Makassar, IDN Times - Nama Kapten Andy Dahananto jadi salah satu sorotan publik setelah pesawat ATR 42-500 milik PT. Indonesia Air Transport (IAT) yang ia komandoi jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat dalam rute penerbangan Yogyakarta–Makassar itu membawa 10 orang, yaitu tujuh kru serta tiga pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang sedang melakukan tugas air surveillance atau patroli udara.
Operasi pencarian dan pertolongan telah dikerahkan oleh tim SAR gabungan di medan yang dikenal ekstrem dan terjal, di mana serpihan badan pesawat dan satu jasad korban telah ditemukan di area lereng gunung pada hari Minggu (18/1/2026).
Siapa Kapten Andy Dahananto? Berikut ini profil singkatnya.
Table of Content
1. Berpengalaman sebagai pilot sejak 1988

Dari informasi yang dikutip dari laman Indonesia Air, Kapten Andy Dahananto memulai perjalanan kariernya di dunia penerbangan sejak lama. Ia merupakan alumnus Juanda Flying School, menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1987 dan langsung merintis karier sebagai pilot fixed wing pada 1988.
Dari sana, perjalanan profesionalnya berkembang dengan signifikan hingga menduduki posisi teknis dan strategis di Indonesia Air Transport (IAT), perusahaan penerbangan charter nasional yang berbasis di Jakarta dan melayani berbagai kebutuhan penerbangan khusus di seluruh Indonesia. Pengalaman bertahun-tahun di kokpit menjadi dasar bagi Andy untuk memahami seluk-beluk teknis dan operasional penerbangan.
2. Menjabat Direktur Operasi di IAT

Pengalaman panjang sebagai pilot mengantarkan Andy mengantarkan dirinya kepada jabatan yang lebih tinggi di manajemen perusahaan. Selain masih aktif menerbangkan pesawat, dia sekaligus menjadi salah satu figur kunci di perusahaan.
Resmi diangkat sebagai Direktur Operasi IAT berdasarkan keputusan rapat perusahaan pada 19 Juni 2019, Andy bertanggung jawab atas seluruh aspek operasional penerbangan. Yaitu ari tata kelola standar keselamatan, kesiapan armada, hingga koordinasi pelaksanaan misi penerbangan charter yang menjadi bisnis utama perusahaan.
Meski berada di jajaran direksi, Andy tetap dikenal sebagai pilot yang aktif di kokpit, terutama dalam penerbangan yang menggunakan pesawat ATR 42-500 yang menjadi tulang punggung armada fixed wing IAT. Dia kombinasikan peran eksekutif manajemen dan pilot praktis.
3. KNKT: Pesawat ATR 42-500 jatuh karena menabrak Gunung Bulusaraung

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono sebelumnya mengatakan pesawat nomor registrasi PK-THT dipastikan menabrak lereng gunung sehingga meledak dan hancur. Serpihan berupa badan, ekor dan jendela pesawat ditemukan di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Minggu pagi (18/1/2026).
Soerjanto mengatakan insiden ini dikatergorikan sebagai controlled flight into terrain (CFIT). "Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung, sehingga terjadi beberapa pecahan atau serpihan pesawat akibat terjadinya benturan," kata Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di media center area kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu.
Soerjanto menjelaskan, dalam kategori CFIT, kondisi pesawat sebenarnya masih bisa dikendalikan oleh pilot, tetapi karena sesuatu hal pesawat menabrak bukit atau lereng gunung. "Jadi memang kita mengkategorikan sebagai controlled flight into terrain. Pesawatnya masih bisa dikontrol oleh pilotnya tapi menabrak tapi bukan sengaja menabrak (lereng gunung)," tegasnya.
FAQ seputar Profil Kapten Andy Dahananto
| Siapa Andy Dahananto dalam insiden pesawat ATR 42-500? | Andy Dahananto adalah pilot senior yang menerbangkan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) saat pesawat tersebut hilang kontak dan ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung. Namanya menjadi perhatian publik karena peran utamanya dalam penerbangan tersebut. |
| Apa jabatan Andy Dahananto di Indonesia Air Transport? | Selain sebagai pilot, Andy Dahananto menjabat sebagai Direktur Operasi PT Indonesia Air Transport (IAT) sejak 2019. Ia bertanggung jawab atas standardisasi keselamatan, rotasi pilot, dan kelancaran operasional perusahaan. |
| Berapa lama pengalaman terbang Andy Dahananto? | Andy telah berkarier lebih dari 35 tahun di dunia penerbangan sejak lulus dari Juanda Flying School pada 1987 dan bergabung dengan IAT pada 1988. Ia dikenal terbiasa mengoperasikan pesawat turboprop termasuk ATR. |
| Apa latar belakang pendidikan dan pelatihan Andy Dahananto? | Andy menempuh pendidikan di Juanda Flying School, salah satu sekolah penerbangan tertua di Indonesia. Setelah itu ia menjalani berbagai pelatihan dan sertifikasi penerbangan turboprop hingga level kapten. |
| Sejak kapan Andy Dahananto berkarier sebagai pilot? | Andy memulai kariernya di dunia penerbangan setelah menyelesaikan pendidikan di Juanda Flying School pada tahun 1987, kemudian bekerja sebagai pilot di Indonesia Air Transport sejak 1988, sehingga memiliki pengalaman puluhan tahun terbang di berbagai rute dan kondisi. |

















