Potensi Kotak Kosong Pilgub Sulsel, Andi Sudirman: Partai Menentukan

- Andi Sudirman Sulaiman tak tahu-menahu soal wacana kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024
- Sudirman menyerahkan keputusan pencalonan kepada parpol, tidak ada larangan terkait kotak kosong
- Beberapa nama kandidat mulai meramaikan bursa Pilgub Sulsel 2024, termasuk eks Gubernur dan politisi PKS
Makassar, IDN Times - Bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menanggapi wacana kotak kosong yang mencuat jelang Pilgub Sulsel 2024. Sudirman mengaku tak tahu-menahu perihal wacana tersebut.
Dia menegaskan bahwa pencalonan bakal calon gubernur Sulsel tergantung keputusan parpol.
"Kami tidak ada tahu tentang hal itu karena itu partai yang menentukan. Kalau kebetulan, itu tidak ada hal lain," kata Sudirman, Selasa (23/7/2024).
1. Sudirman serahkan kepada parpol

Sudirman mengaku menyerahkan semua keputusan kepada parpol. Jika misalnya memang berujung kotak kosong maka itu karena keputusan parpol dan tidak ada larangan sama sekali.
"Tapi tentu karena kalau misalnya partai menginginkan kan kita tidak bisa. Kalau komunikasi bagus semuanya, masa dilarang jangan ke sini," kata Sudirman.
2. Wacana kotak kosong mencuat karena ada upaya memborong parpol

Wacana kotak kosong mencuat karena adanya salah satu pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang disebut berupaya memborong rekomendasi parpol. Hal ini disinyalir agar kandidat lain tak memiliki dukungan yang cukup untuk ikut bertarung.
Ada beberapa nama yang mulai meramaikan bursa Pilgub Sulsel 2024. Mereka adalah Andi Sudirman Sulaiman (eks Gubernur Sulsel), Andi Iwan Darmawan Aras (Ketua DPD Gerindra Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (eks Wali Kota Makassar), Annar Sampetoding (politisi PKS), hingga Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (eks Pangdam XIV Hasanuddin).
3. Perebutan parpol di Pilgub Sulsel

Diketahui, Partai NasDem dan Demokrat telah mengusung pasangan Andi Sudirman Sulaiman–Fatmawati Rusdi. NasDem memiliki 17 kursi di DPRD Sulsel dan Demokrat meraih 7 kursi.
Dengan demikian, Sudirman dan Fatma telah mengantongi 24 kursi. Jumlah ini tentu melampaui syarat pencalonan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebesar 20 persen atau minimal 17 kursi dari 85 kursi di DPRD Sulsel.
Sementara itu, Danny Pomanto telah resmi mendapat rekomendasi dari Hanura, PDI P dan PPP. Hanura memiliki 1 kursi, PDI P 6 kursi dan PPP 9 kursi. Artinya, Danny baru mendapatkan 15 kursi atau belum memenuhi syarat minimal pencalonan.
Parpol lainnya seperti Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Golkar belum menentukan sikap di Pilgub Sulsel 2024. Sejauh ini, Gerindra masih menjagokan Ketua DPW Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) namun belum resmi mendeklarasikannya.
Di kubu Golkar, ada Ilham Arief Sirajuddin yang cukup aktif bersosialisasi. Namun ada juga kader Golkar lain yang digadang-gadang maju Pilgub Sulsel yaitu Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.


















