Waspada El Nino 2026, BMKG: Kemarau di Sulsel Lebih Kering dan Panjang

- BMKG memprediksi potensi El Nino muncul di Sulawesi Selatan pada Juni–Juli 2026 dan berlangsung hingga akhir tahun, dengan kondisi atmosfer saat ini masih netral.
- Intensitas El Nino 2026 diperkirakan lemah dibanding periode 2023–2024, namun tetap berpotensi menurunkan curah hujan dan membuat musim kemarau lebih kering dari normal.
- Puncak musim kemarau di Sulsel diprediksi terjadi Agustus–September 2026, dengan sekitar 79 persen wilayah mengalami kekeringan lebih kering dan durasi kemarau lebih panjang.
Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi El Nino akan mulai muncul pada semester dua tahun 2026, sekitar Juni hingga Juli. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga akhir tahun.
Saat ini kondisi atmosfer masih netral hingga update terakhir 31 Maret 2026. Hal ini disampaikan Prakirawan Balai BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, melalui wawancara telepon dengan IDN Times, Senin (6/4/2026).
"Kalau potensi El Nino itu diperkirakan di pertengahan tahun. Itu mulai semester dua tahun ini," kata Amhar.
1. El Nino 2026 diperkirakan lebih lemah

BMKG memperkirakan intensitas El Nino pada 2026 tergolong lemah. Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2023-2024, ketika El Nino memiliki intensitas kuat.
"Perbandingannya kalau dari segi intensitas, kalau 2023-2024 itu dia intensitasnya strong atau kuat. Dan jika dibandingkan dengan tahun 2026 ini, dia masih lemah, prediksinya sampai update 31 Maret 2020," kata Amhar.
2. El nino bisa berdampak terhadap pertanian

El Nino berpotensi menurunkan curah hujan di Sulawesi Selatan, sehingga musim kemarau bisa lebih kering dari normal. Wilayah yang bergantung pada curah hujan, seperti sawah tadah hujan, diprediksi paling terpengaruh.
Amhar menyatakan dampak musim kemarau yang lebih panjang terhadap gagal panen atau penurunan produktivitas pertanian belum bisa dipastikan. Jika irigasi memadai, maka meskipun kondisi kering, produksi tanaman tetap bisa berjalan dengan baik.
"Tapi kalau memang dia sawah tadah hujan yang memang 100 persen bergantung pada curah hujan, nah ini yang bisa dipengaruhi kondisi oleh kondisi cuaca akibat El Nino ya bisa saja kekeringan," jelas Amhar.
3. Puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Sulawesi Selatan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Puncak ini berbeda dengan puncak El Nino, karena intensitas El Nino tetap lemah hingga akhir tahun.
"Itu di-update lagi di pertengahan tahun. Kita lihat untuk keputaran di tahun 2027 ini itu masih berlangsung atau malah sudah turun intensitasnya," imbuh Amhar.
Sebelumnya, Balai BMKG Wilayah IV Makassar menyebutkan musim kemarau di Sulawesi Selatan akan datang secara bertahap mulai April 2026. Musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Sekitar 79 persen wilayah Sulsel diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya. Selain itu, 58 persen wilayah berpotensi menghadapi durasi kemarau yang lebih panjang.
















