Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polrestabes Makassar Ringkus Komplotan Begal Usia 17 Tahun ke Bawah

Polrestabes Makassar Ringkus Komplotan Begal Usia 17 Tahun ke Bawah
IDN Times/ Didit Haryadi

Makassar, IDN Times - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar kembali meringkus komplotan begal bernama Mappaoddang di sejumlah wilayah. Sebanyak 14 orang yang tertangkap selama seminggu dengan 15 tempat kejadian perkara di wilayah Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan aksi pencurian dengan kekerasan menjadi atensinya lantaran meresahkan masyarakat. Apalagi para pelaku tak segan-segan melukai korban untuk merampas barangnya.

“Ini menjadi atensi polisi dan perhatian masyarakat soal curas,” ucap Wahyu saat merilis penangkapan begal di Mapolrestabes Makassar, Senin (17/12).

 

1. Kelompok begal rata-rata anak di bawah umur

IDN Times/ Didit Haryadi
IDN Times/ Didit Haryadi

Wahyu mengatakan komplotan begal ini rata-rata anak di bawah usia 17 tahun. Para pelaku beraksi di wilayah Manggala, Mamajang, dan Tamalate. 

“Penadahnya juga kita tangkap,” tutur dia. Kelompok Mappaoddang ini memang telah terorganisir ketika beraksi, dan masing-masing memiliki peran.

 

2. Faktor ekonomi membuat pelaku melakukan aksi begal

IDN Times/ Didit Haryadi
IDN Times/ Didit Haryadi

Pelaku Enal (23 tahun) mengaku hanya beraksi sendiri di siang hari wilayah Todopulli. Ia menjambret seorang ibu yang singgah menelpon di pinggir jalan.

“Ponselnya saya ambil baru lari,” kata dia. Dia nekat menjambret lantaran butuh uang ingin memperbaiki motornya. Setelah mengambil ponsel, ia pun menjualnya di makassar dagang seharga Rp2,2 juta.

“Empat hari setelah saya ambil hp itu baru laku,” ucap dia.

Hasil uang jambretan itu dia juga membelikan pakaian dan kebutuhan sehari-hari. “Saya memang butuh uang,” tambahnya.

Pelaku lainnya, anak usia 15 tahun ini mengatakan menjambret karena ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga nekat melakukan aksi kejahatan lantaran desakan ekonomi.

“Saya ambl dompet dan ponsel di Antang,” ujarnya.

 

3. Bentuk tim satuan tugas untuk menekan angka kriminal

IDN Times/ Didit Haryadi
IDN Times/ Didit Haryadi

Polrestabes Makassar telah membentuk tim penindakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka yang akan melakukan patroli demi keamanan kota Makassar.

“Tim ini yang turun langsung ke masyarakat,” ucap Wahyu.

Ia menyebutkan jika tim itu terdiri dari 21 orang berasal dari satuan sabhara, lantas, dan reserse kriminal. Tim tersebut bekerja selama 24 jam, memantau dan mengamankan pelaku kejahatan.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhidi Hariadi
M Gunawan Mashar
Dhidi Hariadi
EditorDhidi Hariadi
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Unhas, Ini Identitasnya

07 Apr 2026, 18:03 WIBNews