Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PKK Makassar Bekali Calon Pengantin Cegah Jerat Pinjol dan Judi Online

Kota Makassar
PKK Makassar Bekali Calon Pengantin Cegah Jerat Pinjol dan Judi Online
Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, Rabu (12/8/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • TP PKK Kota Makassar menggelar KISAH untuk membekali calon pengantin membangun ketahanan keluarga, mencakup kesiapan kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, dan pengelolaan keuangan.
  • Calon pasangan diminta membicarakan pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, serta pembagian tanggung jawab keuangan sebelum menikah agar tidak memicu konflik rumah tangga.
  • OJK mengedukasi peserta agar membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas serta waspada terhadap pinjaman online ilegal dan judi online; materi juga menekankan komunikasi dan nilai agama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online”.

Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar tersebut diikuti Sekretaris beserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin. Edukasi diberikan sebagai bekal bagi calon pasangan suami istri agar lebih siap membangun keluarga, termasuk dalam menghadapi persoalan ekonomi dan keuangan.

  1. 1. Calon pengantin diingatkan fokus bangun masa depan

    ilustrasi menikah
    ilustrasi menikah (pexels.com/ Muhamad Faizal Awal)

    Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan kegiatan KISAH membawa pesan agar calon pengantin fokus membangun masa depan dan tidak terjerat utang. Menurutnya, fondasi keluarga perlu dipersiapkan sejak sebelum pernikahan, bukan hanya dari sisi kesehatan tetapi juga ekonomi, mental spiritual, hukum, dan pengelolaan keuangan.

    “Kegiatan ini sebagai pengingat pentingnya membangun fondasi keluarga sejak sebelum pernikahan, termasuk dalam aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan,” ujarnya.

    Kamelia mengatakan peran PKK memiliki cakupan yang luas karena berkaitan dengan berbagai tahapan kehidupan keluarga. Menurutnya, kesejahteraan keluarga menjadi salah satu tanggung jawab penting PKK, termasuk dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

    “Kita di PKK memang memiliki tugas yang berat karena mengurus mulai dari bayi lahir sampai meninggal. Bahkan yang menikah pun kita juga urusi. Kenapa? Karena tugas kita adalah kesejahteraan keluarga,” ujar Kamelia.

  2. 2. Calon pengantin diminta terbuka soal keuangan

    uang
    Ilustrasi keuangan (Unsplash.com/ Naufal Jajuli

    Menurut Kamelia, penguatan ketahanan keluarga perlu dimulai sejak calon pasangan mempersiapkan pernikahan. Edukasi pranikah dinilai penting untuk membekali calon pengantin mengenai bina keluarga, kesehatan, ekonomi keluarga, mental spiritual, hingga aspek hukum.

    “Calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dasar pranikah, mulai dari bina keluarga, bina kesehatan, bina ekonomi keluarga, bina mental spiritual, hingga bina hukum. Semuanya perlu dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.

    Selain kesehatan, Kamelia menilai persoalan keuangan juga perlu dibicarakan secara terbuka sebelum menikah. Pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, hingga pihak yang bertanggung jawab mengatur keuangan perlu disepakati sejak awal agar tidak menjadi sumber konflik dalam rumah tangga.

    “Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya.

  3. 3. OJK edukasi risiko pinjol dan judi online

    ilustrasi judi online
    ilustrasi judi online (IDN Times/Aditya Pratama)

    Penguatan ketahanan keluarga juga dibarengi edukasi mengenai pengambilan keputusan keuangan secara bijak. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kegiatan KISAH diharapkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan dan risiko aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan judi online.

    Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Nadhilah Avissa Nashar, menjadi salah satu pemateri. Ia membawakan materi “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”.

    Nadhilah menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan sederhana dalam keluarga, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, hingga menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan. Peserta juga diingatkan agar berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang berpotensi merugikan dan tidak mudah tergiur keuntungan cepat.

    Sementara itu, Penyuluh Agama Syamsiah memberikan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia menasihati calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, menjalankan tanggung jawab bersama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.

    Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap calon pasangan suami istri memiliki kesiapan yang lebih baik dalam membangun keluarga. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More