Pendeta Dianiaya Jemaat di Kepulauan Sangihe Karena Tak Mau Cari Dana

Pendeta Jems Najoan dan istrinya dianiaya jemaatnya di Kepulauan Sangihe.
Polisi telah memeriksa pelaku dan korban.
Motif penganiayaan diduga karena pendeta menolak ikut mencari dana gereja ke Manado.
Manado, IDN Times - Seorang pendeta bernama Jems Najoan dan istrinya dianiaya seorang jemaat berinisial TK di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu. Jems dan istrinya, Deitje Somba, dianiaya saat hendak memimpin ibadah di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Kasih Karunia di Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako pada Sabtu, 4 April 2026.
Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Stefi Sumolang. Usai kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Tamako.
"Laporannya dugaan tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh jemaatnya, TK, terhadap korban dan istrinya, DS alias Ece," tutur Stefi, Kamis (9/4/2026).
1. Pelaku dan korban sudah diperiksa

TK alias Thomas Kawasa sudah menjalani pemeriksaan kemarin. Menurut Kapolsek Tamako, AKP Meldy Roring, pihaknya juga sudah meminta keterangan Jems dan Ece.
"Hasil visum juga memperkuat indikasi kekerasan fisik yang terjadi," tuturnya.
Meldy memastikan bahwa kasus ini akan diproses hukum. Ia juga meminta masyarakat mengedepankan dialog ketika ada masalah.
2. Kronologi kasus

Kasus bermula ketika Jems datang ke GMAHK Kasih Karunia pukul 08.30 WITA karena hendak memimpin ibadah. Ia tiba bersama sang istri dan seorang pendeta muda.
Sesampainya di sana, gereja justru dikunci. Jems pun menghampiri Thomas ke rumahnya karena ia membawa kunci gereja.
Sesampainya di sana, Jems justru dianiaya oleh Thomas. "Hape DS juga dirampas oleh pelaku karena tidak terima direkam," jelas Meldy.
3.Tak ikut cari dana

Konflik ini rupanya berkaitan dengan keengganan Jems untuk ikut mencari dana di Manado beberapa waktu lalu untuk acara gereja. Padahal saat itu yang menolak tak hanya Jems, namun sebagian besar jemaat.
"Selain itu, pelaku juga berupaya mengusir saya dari gereja," kata Meldy.
Akibat peristiwa tersebut, ia mengaku mengalami sejumlah luka di bagian tubuh. Selain itu, istrinya mengalami pembengkakan di bagian belakang kepala.


















