Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jadi Rekor Tertinggi, PAD Makassar 2025 Tembus Rp1,97 Triliun

1001454237.jpg
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar, Andi Asminullah. (Dok. Pemkot Makassar)

Makassar, IDN Times - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2025 mencapai Rp1,97 triliun. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kota Makassar dan nyaris menembus batas psikologis Rp2 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena proses rekonsiliasi data akhir tahun masih berlangsung. Meski demikian, realisasi diperkirakan tidak akan jauh dari hasil perhitungan terakhir.

"Untuk PAD secara keseluruhan kemungkinan besar kita sudah finish. Memang tadi sekitar jam empat sore kita melakukan closing, dan saat ini masih dalam proses rekonsiliasi. Namun angkanya dipastikan tidak akan meleset jauh dari perhitungan Rp1,9 T, bisa di angka Rp2 T," kata Andi Asminullah, Rabu (31/12/2025).

1. Realisasi pajak daerah pada tahun 2025 tercatat sekitar Rp1,7 triliun

ilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)

Asminullah menyebutkan capaian PAD 2025 menjadi tonggak penting bagi Kota Makassar. Realisasi tersebut tidak hanya melampaui target yang ditetapkan, tetapi juga melampaui seluruh perolehan PAD pada periode-periode sebelumnya.

"Sedikit lagi kita tembus Rp2 triliun. Namun ini patut kita syukuri karena merupakan capaian yang, insyaallah, tertinggi dalam sejarah Kota Makassar, sebagaimana juga pernah saya sampaikan saat Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) kemarin," katanya.

Realisasi pajak daerah pada tahun 2025 tercatat sekitar 93 persen atau setara Rp1,747 triliun. Menurut Asminullah, capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ini adalah hasil kerja keras dari seluruh unsur yang terlibat. Capaian pajak daerah kita juga meningkat cukup signifikan dan patut diapresiasi," katanya.

2. Sektor pajak, PBB dan PBJT jadi penyumbang terbesar

Ilustrasi pajak. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pajak. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tercatat sebagai penyumbang terbesar PAD dengan nilai lebih dari Rp700 miliar. Sementara itu, realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) telah melampaui Rp350 miliar dan masih berpotensi bertambah setelah proses rekonsiliasi.

"PBJT merupakan sektor terbesar. Pajak gabungan dari hotel, restoran, dan hiburan ini nilainya mencapai lebih dari Rp700 miliar," ungkapnya.

Pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), realisasi penerimaan tahun 2025 berhasil menembus target lebih dari 100 persen. Capaian tersebut menjadi yang pertama kali terjadi dalam sembilan tahun terakhir di Kota Makassar.

"Alhamdulillah, PBB tahun 2025 ini mencapai target lebih dari 100 persen. Ini adalah capaian terbaik dalam sembilan tahun terakhir. Selama sembilan tahun kami tidak pernah mencapai 100 persen, dan tahun ini akhirnya bisa tercapai," ungkapnya.

Selain PBB, pajak restoran, reklame, hiburan, serta pajak sarang burung walet juga mencapai bahkan melampaui target yang ditetapkan. Pajak restoran menyumbang lebih dari Rp250 miliar, sementara pajak reklame tercatat sekitar Rp65 miliar.

3. Target PAD 2026 naik signifikan

ilustrasi pendapatan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pendapatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Menghadapi tahun 2026, Bapenda Kota Makassar menargetkan PAD sebesar Rp2,38 triliun. Target tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

"Target PAD tahun depan sekitar Rp2,38 triliun. Angka ini meningkat cukup signifikan, sekitar Rp200 miliar lebih, sehingga semua jenis pajak harus kita maksimalkan untuk menutupi kekurangan dana transfer," kata Asminullah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Tiga Warga Makassar Terluka Akibat Main Petasan saat Tahun Baru

01 Jan 2026, 17:08 WIBNews