130 Pasien ODGJ Dipindah dari RSKD Dadi ke RS Sayang Rakyat, Ini Alasannya

Makassar, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memindahkan sebanyak 130 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Rabu (31/12/2025). Pemindahan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa sekaligus menyediakan lingkungan perawatan yang lebih layak, luas, dan kondusif bagi proses pemulihan pasien.
Selain faktor peningkatan layanan, pemindahan juga didasari kondisi RSKD Dadi yang berada di pusat Kota Makassar dan sudah cukup padat. Lingkungan rumah sakit yang semakin terbatas dinilai kurang ideal bagi rehabilitasi jangka panjang pasien ODGJ, sehingga diperlukan lokasi perawatan baru yang lebih tenang dan mendukung aktivitas pemulihan.
1. RSKD Dadi dinilai sudah padat dan berada di pusat kota

Pelaksana Tugas Direktur RSKD Dadi, dr. Arman Bausat, menjelaskan bahwa kondisi rumah sakit jiwa tersebut saat ini sudah tidak lagi ideal karena berada di kawasan perkotaan yang padat aktivitas.
“RSKD Dadi sudah crowded di pusat kota. Ada pasien ODGJ yang sebenarnya sudah layak pulang, tetapi tidak ada keluarga yang menjemput dan tidak ada panti. Kadang-kadang mereka berkeliaran di kota,” jelas Arman.
Menurutnya, pemindahan pasien ke RSUD Sayang Rakyat diharapkan dapat mengurangi keluhan masyarakat sekaligus memberikan suasana yang lebih tenang bagi pasien dalam menjalani proses rehabilitasi. Langkah ini juga sejalan dengan rencana pengembangan RSKD Dadi ke depan sebagai rumah sakit umum.
Arman menambahkan, RSUD Sayang Rakyat memiliki lahan yang jauh lebih luas sehingga memungkinkan penerapan terapi rehabilitatif yang lebih variatif bagi pasien ODGJ.
“Lahan di Rumah Sakit Sayang Rakyat cukup luas. Pasien bisa bersosialisasi, bahkan melakukan aktivitas berkebun atau bercocok tanam di lingkungan rumah sakit,” kata Arman.
Aktivitas berkebun atau bercocok tanam tersebut merupakan bagian dari terapi okupasi dan rehabilitasi psikososial yang bertujuan melatih kemandirian, meningkatkan kesadaran sosial, serta membekali pasien dengan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat.
2. Sebanyak 130 pasien dipindahkan, Dinkes siapkan 30 SDM

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., mengatakan dari total pasien yang dipindahkan, sebanyak 27 orang merupakan perempuan. Seluruh proses pemindahan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan jajaran rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Alhamdulillah hari ini kita telah memindahkan pasien ODGJ sebanyak 130 orang ke Rumah Sakit Sayang Rakyat. Diharapkan di tempat ini pelayanannya jauh lebih baik karena gedung dan prasarannya relatif baru,” ujar Evi.
Ia menegaskan, Dinas Kesehatan Sulsel juga telah menyiapkan dukungan sumber daya manusia untuk memastikan pelayanan tetap optimal di lokasi perawatan yang baru. Sebanyak 30 tenaga kesehatan disiagakan untuk membantu RSUD Sayang Rakyat dalam penanganan dan pelayanan pasien ODGJ.
“Kami dari Dinas Kesehatan sudah menyiapkan SDM untuk membantu Rumah Sakit Sayang Rakyat dalam penanganan pasien ODGJ ini,” kata Evi.
Dalam proses pemindahan tersebut, para direktur rumah sakit milik Pemprov Sulsel turut hadir mendampingi pasien menuju lokasi perawatan yang baru.
3. RSUD Sayang Rakyat diproyeksikan jadi pusat layanan kesehatan jiwa

Direktur RSUD Sayang Rakyat, drg. Hj. Sukreni Abdullah, M.Kes., menyambut baik pemindahan pasien ODGJ tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman serta seluruh jajaran yang terlibat.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Demikian juga Ibu Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur Rumah Sakit Dadi beserta seluruh Direktur Rumah Sakit Pemprov yang telah bersama-sama mengantarkan perpindahan pasien ODGJ ke Rumah Sakit Sayang Rakyat,” kata Sukreni.
Ia menegaskan RSUD Sayang Rakyat siap memaksimalkan pelayanan kesehatan jiwa bagi seluruh pasien yang dipindahkan dan menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rumah baru yang lebih nyaman bagi pasien.
“Pelayanan yang ada di rumah sakit ini akan membantu memaksimalkan semua pelayanan terkait masalah ODGJ. Selamat datang di Rumah Kesehatan Rakyat, semoga di tempat yang baru ini semua mendapatkan ketenangan dan kesembuhan seperti yang kita harapkan,” ujarnya.


















