Mahasiswa di Tomohon Bunuh Diri Usai Diduga Dilecehkan Dosen

- Mahasiswa di Tomohon bunuh diri usai diduga dilecehkan dosen.
- EM sempat lapor ke fakultas.
- Dosen dinonaktifkan sejak kemarin.
Manado, IDN Times - Seorang mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Manado (PGSD Unima) berinisial EM ditemukan tewas di kamar indekosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Selasa, 30 Desember 2025. Awalnya, kasus ini diduga bunuh diri dengan pemicu yang belum diketahui.
Namun ternyata muncul dugaan, yaitu pelecehan seksual yang dilakukan oleh Dosen PGSD Unima, Danny A Masinambow terhadap korban. Dugaan tersebut muncul karena ditemukan laporan EM kepada pihak kampus tertanggal 16 Desember 2025 terkait pelecehan yang dialaminya.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Dr Aldjon Dapa, mengatakan bahwa dosen tersebut sudah dinonaktifkan. "Sudah sejak kemarin," katanya, Kamis (1/1/2026).
1. Surat tak sampai ke fakultas

Aldjon mengungkapkan bahwa surat yang beredar di media sosial tak pernah sampai ke pihaknya. FIPP hanya menerima aduan secara lisan.
"Kami sudah mengecek ke tata usaha, tidak ada surat yang masuk ke kami," tuturnya.
Setelah mendapat aduan lisan tersebut, pihak fakultas mengarahkan EM melapor ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unima. Akhirnya EM secara resmi melaporkan kasus tersebut pada 19 Desember 2025.
2. Keluarga lapor polisi
Pada 22 Desember 2025, tim pemeriksa dibentuk oleh Satgas PPKPT Unima yang berlanjut dengan penyerahan surat pemanggilan kepada Danny pada 30 Desember 2025. Kemudian keesokan harinya Danny diperiksa dan langsung dinonaktifkan.
Selain itu, pihak keluarga juga melaporkan kasus ini ke Polda Sulut. Ayah EM yang berinisial AM telah ke kantor polisi kemarin.
"Saya minta usut benar kasus ini sampai terungkap," ujar AM.
3. Kronologi kasus

Dalam suratnya, EM mengaku mendapat pelecehan secara fisik pada 12 Desember 2025. Ia diminta bertemu Danny di parkiran mobil untuk berdiskusi soal nilai.
Namun, EM justru dibawa keliling menggunakan mobil Danny dan mendapat pelecehan di dalamnya. EM berulang kali menolak bahkan sampai menangis.
Sejak saat itu, EM merasa trauma ke kampus. Bahkan, ia merasa takut jika melihat mobil hitam karena menyerupai mobil Danny.
***
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.
Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online, yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.


















