105 Ruas Jalan di Makassar Diaspal Sepanjang 2025

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mencatat 105 ruas jalan diaspal sepanjang tahun 2025. Pengaspalan menyasar jalan lingkungan hingga ruas penghubung antarwilayah yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan menghambat mobilitas warga.
Perbaikan jalan tersebar di berbagai kecamatan, terutama kawasan permukiman padat penduduk dan jalur dengan intensitas lalu lintas tinggi. Jalan yang sebelumnya berlubang dan bergelombang kini berangsur lebih layak, sehingga akses warga menjadi lebih lancar dan aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyampaikan bahwa pengaspalan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan yang menitikberatkan pembenahan infrastruktur dasar.
"Fokus utama diarahkan pada pembenahan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan masyarakat," kata Zuhaelsi, Jumat (2/1/2026).
1. Ratusan jalan lingkungan diperkuat dengan paving block

Selain pengaspalan, peningkatan kualitas jalan lingkungan terwujud melalui pemasangan paving block. Sepanjang 2025, sebanyak 261 ruas jalan paving block tertangani, terdiri dari 135 ruas melalui belanja modal dan 126 ruas melalui program pemeliharaan satuan tugas.
Menurut Zuhaelsi, pekerjaan paving difokuskan pada jalan-jalan lingkungan permukiman yang menjadi akses utama masyarakat.
"Laporan warga menjadi salah satu rujukan utama kami dalam menentukan skala prioritas penanganan, terutama untuk persoalan genangan dan kerusakan jalan lingkungan," kata Zuhaelsi.
2. Drainase dibangun dan direhabilitasi di 116 ruas

Pada sektor drainase, Pemerintah Kota Makassar juga mencatat penanganan signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 116 ruas drainase dibangun dan direhabilitasi, mencakup 32 pembangunan drainase baru serta 84 ruas rehabilitasi.
Zuhaelsi menjelaskan penanganan drainase menyasar titik-titik rawan banjir dan genangan yang kerap muncul saat musim hujan. Fokus pembenahan diarahkan ke kawasan padat penduduk serta ruas jalan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.
"Penanganan ini kami, lakukan secara bertahap, khususnya di kawasan rawan genangan dan wilayah dengan kepadatan lalu lintas tinggi," katanya.
3. Tali-tali air dibuat di titik rawan genangan

Selain pembangunan dan rehabilitasi drainase, Dinas PU juga membuat tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama. Hal teknis ini dinilai penting untuk mencegah genangan dan banjir di permukaan jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan jalan akibat air.
Penanganan infrastruktur tersebut menyasar lokasi-lokasi strategis seperti Jalan Ahmad Yani depan Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Sudirman di depan Bank BNI, Bank Indonesia, hingga kawasan Menara Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga di depan Hotel The Rinra dan sisi Anjungan Pantai Losari, Jalan Andi Djemma, Jalan Riburane di depan RRI, serta Jalan Monginsidi.
Selain itu, penanganan titik-titik genangan berjalan melalui pembangunan dan pembenahan saluran drainase di sejumlah lokasi krusial. Di antaranya pembangunan dan pembenahan drainase di Jalan Andi Tonro (depan Pemakaman Andi Tonro) serta pembangunan saluran alam di Jalan Poros Sudiang (Asrama Haji).
Penanganan juga menyentuh kawasan belakang BTN Tirasa dan Kompleks Green Residence Sudiang yang selama ini kerap terdampak genangan. Selain itu, saluran alam di bagian hilir yang mengarah ke Sungai Balang Tonjong dibenahi untuk mengurangi limpasan air yang sering memicu genangan di Jalan Poros Paccerakkang.


















