1 dari 8 Warga Sulsel Merantau, Kalimantan Timur Jadi Tujuan Utama

- BPS mencatat 13,3 persen penduduk Sulawesi Selatan merupakan migran seumur hidup, menunjukkan sekitar satu dari delapan warga kini menetap di luar provinsi asalnya.
- Kalimantan Timur menjadi tujuan utama perantau Sulsel dengan 20,3 persen, disusul Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah karena peluang ekonomi serta kedekatan geografis.
- Motif utama migrasi warga Sulsel didorong faktor ekonomi dan identitas sosial, menjadikan tradisi merantau bagian penting mobilitas sosial lintas generasi.
Makassar, IDN Times – Budaya merantau telah lama melekat pada masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya suku Bugis, Makassar, dan Toraja. Dengan semangat siri’ na pacce, keberanian, serta etos kerja tinggi, orang Sulsel dikenal adaptif dalam menjelajah wilayah baru demi membuka peluang ekonomi dan memperluas jaringan usaha.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Profil Migran Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 mencatat, dari jumlah penduduk Sulawesi Selatan sebanyak 9.423.832 jiwa, sebanyak 13,3 persen merupakan migran seumur hidup ke luar provinsi. Artinya, sekitar 1 dari 8 orang Sulsel kini menetap dan berkarya di daerah lain.
1. Kalimantan Timur hingga Sulawesi Tenggara jadi magnet perantau

Berdasarkan data survei yang dituangkan lewat infografis BPS Sulsel, lima provinsi tujuan utama perantau Sulsel adalah Kalimantan Timur (20,3 persen), Sulawesi Tenggara (19,5 persen), Sulawesi Tengah (12,8 persen), Kalimantan Utara (7,8 persen), dan Sulawesi Barat (7,0 persen). Sisanya sekitar 32,6 persen tersebar di berbagai provinsi lain hingga luar negeri.
Kalimantan Timur menjadi tujuan terbanyak, sejalan dengan perannya sebagai kawasan industri dan energi serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membuka peluang kerja baru. Sementara itu, provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia juga menjadi pilihan karena faktor kedekatan geografis dan jejaring sosial yang telah terbentuk sejak lama.
2. Sulsel dominasi migran di Sulbar dan Sultra

Dalam laporan BPS, tercatat bahwa 61,1 persen migran seumur hidup di Sulawesi Barat berasal dari Sulawesi Selatan. Sementara itu, 57,9 persen migran seumur hidup di Sulawesi Tenggara juga berasal dari Sulsel
Fakta ini menunjukkan kuatnya arus migrasi antardaerah yang berdekatan. Teori migrasi klasik Ravenstein menyebutkan perpindahan penduduk cenderung terjadi ke wilayah yang jaraknya relatif dekat karena biaya lebih rendah dan jaringan sosial lebih mudah dijangkau.
3. Motif Ekonomi dan Identitas Sosial

BPS menjelaskan bahwa provinsi dengan daya tarik ekonomi dan prospek kerja menjanjikan cenderung menjadi tujuan migran seumur hidup Fenomena ini sejalan dengan teori ekonomi migrasi yang menyebutkan keputusan merantau kerap didorong oleh ekspektasi pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan.
Bagi masyarakat Sulsel, merantau bukan sekadar berpindah tempat tinggal. Ia menjadi strategi mobilitas sosial—mencari pekerjaan, membangun usaha, hingga memperluas jaringan perdagangan. Tradisi ini juga menjadi bagian dari identitas sosial yang diwariskan lintas generasi, dengan dampak ganda bagi daerah asal maupun tujuan.


















