Makassar, IDN Times - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan peringatan dini agar mewaspadai datangnya La Nina pada akhir tahun 2021.
Menurut siaran pers BMKG, La Nina diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang, setidaknya hingga Februari 2022. Diprediksi curah hujan bulanan akan meningkat sekitar 20-70 persen di atas normal. Sehingga perlu diwaspadai dampak berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan La Nina? Berikut ini penjelasannya dikutip dari laman resmi BMKG.
