Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal 5 Hewan Endemik Penghuni Hutan Gunung Latimojong

Kota Makassar
3 min read
Mengenal 5 Hewan Endemik Penghuni Hutan Gunung Latimojong
Suasana di Gunung Latimojong, salah satu tujuan pendakian populer di Indonesia. (dok. Wikimedia Commons)
  • Gunung Latimojong di Enrekang, dengan Puncak Rante Mario 3.478 mdpl, menjadi benteng konservasi hutan primer dan keanekaragaman hayati Sulawesi Selatan.

  • Lima satwa endemik yang menghuni Latimojong ialah anoa pegunungan, babirusa, kuskus beruang Sulawesi, Jalak Sulawesi, dan anis geomalia.

  • Anoa terancam perburuan serta alih fungsi lahan, sementara keberadaan satwa-satwa ini bergantung pada kelestarian hutan pegunungan yang alami.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times — Gunung Latimojong di Kabupaten Enrekang tidak hanya dikenal sebagai pegunungan tertinggi di Sulawesi dengan Puncak Rante Mario (3.478 mdpl). Di balik vegetasi hutan hujan pegunungan yang sangat lebat dan asri, kawasan pegunungan ini menjadi benteng konservasi penting bagi keanekaragaman hayati di Sulawesi Selatan.

Hutan primer Latimojong merupakan rumah alami bagi berbagai satwa langka yang tidak dapat ditemukan di belahan dunia mana pun. Penasaran apa saja satwa unik penghuni kawasan ini? Berikut lima hewan endemik penghuni Gunung Latimojong yang wajib kamu ketahui!

  1. 1. Para pendaki biasa mendapatkan jejak atau kotoran anoa pegunungan

    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni anoa pegunungan
    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni anoa pegunungan (BronxZooFan, Mountain Anoa at Krefeld Zoo, CC BY-SA 4.0)

    Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) merupakan jenis kerbau kerdil endemik Sulawesi dengan kawasan hutan Latimojong sebagai habitat utamanya. Memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan bulu lebih tebal dibandingkan anoa dataran rendah, satwa pemalu ini sangat bergantung pada keasrian hutan tropis pegunungan.

    Para pendaki yang beruntung terkadang masih bisa menemukan jejak kaki atau kotoran anoa di sekitar jalur pendakian yang sepi. Karena populasinya yang kian terancam akibat perburuan dan alih fungsi lahan, anoa pegunungan kini tergolong satwa yang dilindungi secara ketat.

  2. 2. Babirusa biasanya beraktivitas di dekat sumber air atau rawa pegunungan

    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni babirusa
    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni babirusa (Masteraah at German Wikipedia, Hirscheber1a, CC BY-SA 2.0 DE)

    Satwa endemik ikonik Sulawesi lainnya yang mendiami bentang alam Latimojong adalah babirusa (Babyrousa celebensis). Mamalia unik ini terkenal dengan taring atasnya yang tumbuh menembus kulit moncong dan melengkung ke arah atas mendekati mata.

    Babirusa biasa beraktivitas di area hutan yang dekat dengan sumber air atau rawa pegunungan untuk mencari makan berupa buah-buahan gugur, dedaunan, dan akar tumbuhan. Keberadaannya di Latimojong menjadi pertanda bahwa rantai makanan dan ekosistem hutan di pegunungan ini masih terjaga secara alami.

  3. 3. Di atas rimbun pepohonan Latimojong terdapat kukus beruang Sulawesi

    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni kuskus beruang Sulawesi
    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni kuskus beruang Sulawesi (Mark Bolnik, Ailurops ursinus 4988136, CC BY 4.0)

    Di atas kanopi pepohonan rindang Latimojong, hidup kuskus beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) yang merupakan marsupial (mamalia berkantung) endemik khas Sulawesi. Dinamakan kuskus beruang karena memiliki bulu tebal kehitaman serta wajah yang sepintas mirip dengan beruang kerdil.

    Kuskus beruang merupakan hewan arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon untuk mengonsumsi daun-daun muda dan buah hutan. Gerakannya yang lambat dan tenang membuat satwa ini sering kali tersamarkan di balik lebatnya pepohonan Latimojong.

  4. 4. Burung Jalak Sulawesi memiliki ciri khas alias berwarna merah api menyala

    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni burung Jalak Sulawesi
    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni burung Jalak Sulawesi (Christoph Moning, Enodes erythrophris 107806076, CC BY 4.0)

    Enodes erythrophris atau yang dikenal sebagai Jalak Sulawesi merupakan spesies burung endemik yang menghuni kawasan hutan pegunungan tinggi Sulawesi, termasuk di Latimojong. Burung ini memiliki penampilan mencolok dengan alis berwarna merah api yang menyala serta bulu tubuh kombinasi abu-abu dan kuning emas.

    Spesies ini hidup berkelompok dan sering terlihat melintasi kanopi hutan hujan Latimojong. Kicauannya yang khas kerap menjadi penghias suasana sunyi di sepanjang jalur pendakian, menjadikannya salah satu daya tarik utama bagi para pengamat burung (birdwatcher).

  5. 5. Burung anis geomalia disebut sebagai binatang misterius yang mendiami Latimojong

    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni burung anis geomalia
    ilustrasi binatang endemik Latimojong yakni burung anis geomalia (Christoph Moning, Zoothera heinrichi 107806041, CC BY 4.0)

    Terakhir adalah Geomalia heinrichi, burung misterius endemik Sulawesi yang mendiami ekosistem hutan pegunungan basah dan lembap seperti di Latimojong. Burung darat ini memiliki penampilan fisik unik berbulu cokelat tua dengan dada kemerahan, serta ekor panjang yang membantunya beradaptasi di lantai hutan.

    Karena sifatnya yang sangat pemalu dan lebih sering beraktivitas di atas tanah lembap atau di balik lumut tebal, Geomalia heinrichi tergolong satwa yang sangat jarang dijumpai. Kehadiran burung unik ini di Latimojong mempertegas betapa krusialnya menjaga kelestarian hutan primer pegunungan dari ancaman kerusakan.

    Itu tadi lima hewan endemik penghuni Gunung Latimojong. Sekali lagi, keberadaan mereka harus dilindungi untuk menjaga keberlangsungan ekosistem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More