Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Hendra Hakamuddin (kanan) bersama Sekretaris ADGI Chapter Makassar Andi Were Rio. (Dok. Istimewa)
Setelah open call ditutup, seluruh portofolio yang masuk akan diseleksi oleh ADGI Chapter Makassar. Dari seluruh pendaftar, sekitar 3 sampai 5 peserta akan dipilih untuk mengikuti proses kuratorial.
Peserta yang lolos akan mendapatkan briefing awal pada 7 September 2026. Mereka juga akan memperoleh pengarahan dan materi terkait budaya Makassar sebagai bagian dari proses perancangan identitas visual.
Proses kuratorial selanjutnya berlangsung kurang lebih satu bulan. Hasil rancangan peserta kemudian akan dipresentasikan di hadapan Wali Kota Makassar dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar pada 9 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, mengatakan tema Hari Jadi Kota Makassar telah diajukan kepada Wali Kota Makassar. Tema tersebut nantinya menjadi dasar dalam pembuatan logo.
"Nanti berdasarkan tema tersebut itu nanti akan dijadikan logo," kata Hendra.
Hendra mengatakan proses kurasi tidak hanya bertujuan untuk memilih desain terbaik. Kurasi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan talenta kreatif di Kota Makassar.
"Kurasi bukan hanya soal penilaian, tapi untuk mengembangkan talenta-talenta digital desainer di Kota Makassar," katanya.
Selain itu, peserta yang masuk dalam proses perancangan akan mendapatkan fee desain. Menurut Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Were Rio, mekanisme tersebut diterapkan untuk menghindari praktik speculative work, yakni pekerjaan desain yang dikerjakan tanpa bayaran.
"Siapapun yang menang, semua dapat fee desain," kata Rio.
Informasi lengkap mengenai ketentuan dan mekanisme submisi dapat diakses melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar, serta media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar. Pendaftar bisa mengisi dan mengunggah karya pada formulir pendaftaran yang tercantum di akun tersebut.