Polisi Pulangkan Mahasiswa UMI yang Ditangkap Usai Ricuh Aksi AMARAH

- Polisi memulangkan seluruh mahasiswa UMI yang sempat ditangkap usai bentrokan dalam aksi peringatan AMARAH di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
- Sebanyak 99 mahasiswa sebelumnya diamankan untuk pendataan setelah terjadi bentrokan antara peserta aksi dan pengemudi ojek online akibat penutupan jalan.
- Aksi AMARAH digelar memperingati tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah dengan tuntutan menjaga demokrasi dan menolak kehadiran aparat di lingkungan kampus.
Makassar, IDN Times - Aparat kepolisian telah memulangkan seluruh mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sebelumnya ditangkap usai bentrokan saat aksi peringatan AMARAH di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (24/4/2026). Hal itu disampaikan Kasi Humas Polrestabes Makassar, Wahiduddin.
"Sudah pulang semua, cuma didata dan diambil keterangannya," kata Wahiduddin kepada IDN Times via WhatsApp, Sabtu (25/4/2026).
1. Sebanyak 99 mahasiswa sempat ditangkap usai bentrokan

Sebelumnya, sebanyak 99 mahasiswa ditangkap aparat setelah bentrokan pecah di depan kampus Universitas Muslim Indonesia, Jumat (24/4) malam. Bentrokan tersebut melibatkan peserta aksi dengan sekelompok pengemudi ojek online.
Kericuhan bermula saat terjadi gesekan di tengah penutupan jalan yang berlangsung cukup lama. Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling serang, disertai perusakan fasilitas di sekitar gerbang kampus.
"Karena terlalu lama jalan ditutup sehingga ada ojol yang bersinggungan dengan mahasiswa, sehingga ada bentrok sedikit," kata Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana.
2. Mahasiswa dibawa ke Mapolrestabes untuk pendataan

Petugas kepolisian yang berada di lokasi kemudian menangkap puluhan mahasiswa untuk mencegah eskalasi bentrokan. Mereka dibawa ke Mapolrestabes Makassar menggunakan kendaraan taktis dan truk dalmas dengan pengawalan ketat.
Kini, kondisi di sekitar lokasi kejadian telah berangsur normal. Arus lalu lintas kembali lancar dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.
3. Aksi AMARAH jadi pengingat sejarah gerakan mahasiswa

Di sisi lain, aksi AMARAH digelar sebagai peringatan tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah yang menjadi bagian dari sejarah gerakan mahasiswa di UMI. Jenderal Lapangan aksi, Alif Nugraha, menyebut peringatan ini bertujuan menjaga ingatan kolektif atas peristiwa tersebut.
Aksi juga memuat sejumlah tuntutan, termasuk sorotan terhadap dugaan pembungkaman demokrasi. Massa turut mendesak agar aparat kepolisian tidak berada di dalam lingkungan kampus.
"Ini adalah luka sejarah mahasiswa UMI. Kami akan terus melanjutkan gerakan ini setiap tahunnya, " kata Alif.


















