Pemandangan pintu masuk dan tugu nama kampus Universitas Hasanuddin di Tamalanrea, Kota Makassar. (Dok. Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin)
Guna mencegah penyebaran lebih lanjur, pihak pengelola KKN-PK Unhas akan menarik mahasiswa dari 15 posko dengan kasus COVID-19. Selain itu, mereka turut mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jeneponto yang membantu proses pelacakan kontak.
"Saat ini mereka isolasi mandiri karena umumnya tanpa gejala. Tapi sedang disiapkan alternatif tempat perawatan terkendali. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah Ramsis (Asrama Mahasiswa milik Unhas di area Kampus Tamalanrea)," kata Ishaq.
KKN-PK Gelombang ke-60 tersebut diikuti oleh 800 mahasiswa dari delapan program studi kesehatan. Sebanyak 710 orang diantaranya turun langsung ke lapangan. Mereka terbagi dalam 70 posko desa, dengan jumlah antara 10 hingga 12 orang. Tiba pada 17 Juni silam, program ini dijadwalkan baru selesai pada 17 Juli mendatang.
Berikut data rinci jumlah peserta KKN-PK Unhas yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Jumat (2/7/2021) :
Kecamatan Bangkala Barat
Posko Desa Barana: 3 orang
Posko Desa Beroanging: 2 orang
Kecamatan Bangkala
Posko Desa Pallantikang: 2 orang
Posko Tombo-Tombolo: 2 orang
Posko Bontomanai: 9 orang
Posko Gunung Silanu: 2 orang
Posko Marayoka: 5 orang
Posko Kapita: 2 orang
Posko Mallasoro: 9 orang
Posko Punagaya: 7 orang
Posko Je’netallasa: 4 orang
Posko Kalimporo: 4 orang
Kecamatan Tarowang
Posko Desa Tarowang: 2 orang
Posko Desa Allu Tarowang: 5 orang
Posko Pao: 2 orang