Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai, Namanya Diabadikan di Saudi
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf bersama Saifuddin HM Abd Muin Saideng, jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai di Asrama Haji Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya
  • Saifuddin, jemaah haji tunanetra asal Sinjai, mendapat kehormatan luar biasa karena namanya akan diabadikan sebagai nama masjid yang akan dibangun di Arab Saudi.
  • Selama ibadah haji, Saifuddin tetap menjalankan seluruh rangkaian dengan lancar meski memiliki keterbatasan penglihatan dan berencana kembali mengabdi sebagai imam masjid di kampung halamannya.
  • Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi khusus kepada tiga kelompok jemaah tahun ini, yaitu perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas seperti Saifuddin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Suasana haru mewarnai penyambutan jemaah haji Kloter 17 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026). Di tengah kepulangan ratusan jemaah dari Tanah Suci, perhatian tertuju kepada Saifuddin HM Abd Muin Saideng, jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai.

Saifuddin menjadi salah satu jemaah yang mendapat penghargaan istimewa selama musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Namanya akan digunakan untuk sebuah masjid yang akan dibangun di Arab Saudi.

Ia disambut langsung Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. Keduanya tampak berpelukan hangat sesaat setelah Saifuddin tiba di Asrama Haji Sudiang.

1. Namanya bakal diabadikan untuk sebuah masjid di Arab Saudi

Saifuddin HM Abd Muin Saideng (tengah), jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai di Asrama Haji Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Pria asal Sinjai itu mengaku tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan tersebut. Menurutnya, kabar itu diterimanya saat berada di Masjidil Haram usai menunaikan salat Isya.

"Saya tidak sangka nama saya akan dijadikan nama masjid yang akan dibangun," kata Saifuddin saat ditemui IDN Times di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

Dia menceritakan, saat itu dirinya bersama pendamping kloter dipanggil oleh imam masjid untuk membahas penghargaan tersebut.

"Setelah salat Isya kami dipanggil. Pendamping kloter bilang ada yang ingin dibicarakan. Ternyata saya mendapat kabar bahwa nama saya akan digunakan untuk nama masjid," ujarnya.

2. Berdoa bisa kembali melihat

Saifuddin HM Abd Muin Saideng (tengah), jemaah haji tunanetra asal Kabupaten Sinjai di Asrama Haji Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Di balik penghargaan yang diterimanya, Saifuddin mengaku sempat memanjatkan doa agar suatu hari kembali mendapatkan penglihatannya. Namun, menurut dia, Allah memberikan jalan dan rezeki yang berbeda. Alih-alih memperoleh penglihatan kembali, namanya justru akan diabadikan menjadi nama sebuah masjid.

"Saya berdoa semoga bisa melihat lagi. Tetapi semuanya kembali kepada rezeki dari Allah. Saya malah mendapat kehormatan nama saya digunakan untuk nama masjid," tuturnya.

Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Saifuddin mengaku seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sekembalinya ke kampung halaman, dia berencana kembali mengabdikan diri sebagai imam masjid.

"Perjalanan lancar, tidak ada kendala dan Alhamdulillah saya senang sekali," katanya.

3. Pemerintah Saudi beri perhatian khusus kepada kelompok tertentu

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, membenarkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi kepada sejumlah kelompok jemaah yang mendapat perhatian khusus pada musim haji tahun ini.

Menurut Irfan, ada tiga kelompok yang menjadi fokus perhatian, yakni jemaah perempuan, jemaah lanjut usia (lansia), dan jemaah berkebutuhan khusus.

"Ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Saudi. Tahun ini ada perhatian khusus kepada tiga kelompok, yaitu jemaah perempuan, jemaah lansia, dan jemaah berkebutuhan khusus, termasuk beliau," ujar Irfan.

Editorial Team

Related Article