Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Baru COVID-19 Sulsel Masih Didominasi Pasien dari Makassar

Kasus Baru COVID-19 Sulsel Masih Didominasi Pasien dari Makassar
Rapid test massal di lingkungan tempat tinggal pasien positif corona. Dok. IDN Times
Share Article

Makassar, IDN Times - Penambahan kasus positif virus corona atau COVID-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terjadi. Hari ini, Selasa (5/5), tercatat ada 33 kasus baru. Jumlah akumulatif kasus positif COVID-19 Sulsel pun menjadi 640 kasus. 

Penambahan jumlah kasus baru masih didominasi oleh pasien di Kota Makassar. Padahal, Makassar saat ini tengah memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

"Dari 640 ini ada penambahan 33 positif dengan rincian di Makassar sebanyak 20 orang. Terkait tracing kontak terhadap 20 orang ini, ada 10 orang yang bertempat di satu toko. Yang 10 sisanya itu adalah orang-orang dengan kontak yang erat dengan yang positif," ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sulsel Ichsan Mustari dalam telekonferensi bersama awak media, Selasa (5/5).

Selebihnya adalah 2 dari Pangkep, 4 dari Luwu Utara, 2 dari Maros, dan masing-masing 1 dari Luwu Timur, Sidrap, Pinrang, Parepare, dan Gowa. 

1. Masih perlu ada penguatan dalam pembatasan aktivitas masyarakat

Ilustrasi PSBB. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ilustrasi PSBB. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Menurut Ichsan, hal penting yang harus dilakukan untuk menekan jumlah kasus baru COVID-19 di Sulsel, ialah pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah, termasuk menghindari kerumunan. 

Dia mengatakan, pembatasan aktivitas masyarakat butuh diperkuat lagi, utamanya terhadap toko-toko yang ramai didatangi. Sebab meskipun ada pengecualian seperti toko makanan atau alat kesehatan, namun tidak berarti para pekerja bebas risiko sehingga harus dilakukan pembatasan jumlah pekerja.

"Tentu pembatasan toko-toko ini yang mempekerjakan banyak orang tentu pembatasan itu harus dimulai. Terutama mengenai pembatasan jumlah. Jumlah pekerjanya kalau bisa dibatasi," imbuhnya.

2. Mendorong PSBB Makassar diperpanjang

Pekerja beraktivitas di lokasi proyek jalan tol layang di jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin ( 27/4/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek jalan tol layang di jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin ( 27/4/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Ichsan pun mendorong agar pemberlakuan PSBB di Kota Makassar dapat diperpanjang. Selain karena penambahan kasus masih terjadi, juga karena pelaksanaan PSBB dianggap belum memperlihatkan hasil yang maksimal. 

"Saya mendorong ada fase kedua (PSBB). Di fase kedua kita akan melihat tentu akan melihat tidak naiknya jumlah pasien," katanya.

3. Program karantina di hotel diklaim dapat mengurangi kasus positif

Swiss-Belhotel Losari Makassar salah satu hotel yang ditunjuk untuk Wisata COVID-19. Istimewa
Swiss-Belhotel Losari Makassar salah satu hotel yang ditunjuk untuk Wisata COVID-19. Istimewa

Dari 20 kasus baru di Makassar, 10 orang lainnya merupakan orang-orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien positif. Namun Ichsan bersyukur karena tim di lapangan cepat melakukan tracing kontak pasien.

Salah satu yang menurutnya cepat mempercepat tracing kontak yaitu melalui program karantina di hotel. Program tersebut diklaim cukup membantu dalam menjaring orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG). 

"Di Swiss-Belhotel mereka diisolasi sekaligus dibimbing untuk menjadi duta. Artinya bahwa kalau memang ada yang positif ini perlahan tentu akan semakin sedikit dengan program ini," katanya.

Stop Stop Ser. IDN Times
Stop Stop Ser. IDN Times
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Ashrawi Muin
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

5 Alasan Bersikap Tegas pada Diri Sendiri Bisa Bantu Mencapai Tujuan

28 Jun 2026, 18:40 WIBNews