Belum Capai Target, PSBB Makassar Diusulkan Diperpanjang

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, mendorong agar Pemerintah Kota Makassar dapat memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kepala Dinkes Sulsel, Ichsan Mustari berpendapat nyaris dua pekan pelaksanaan PSBB di Makassar belum menunjukkan hasil maksimal.
Khususnya, kata Ichsan, tidak ada penurunan atau perubahan jumlah pasien sesuai dengan harapan dan target awal. "Saya mendorong ada fase kedua (PSBB). Di fase kedua kita akan melihat tentu akan melihat tidak naiknya jumlah pasien," ujar Ichsan dalam video konferensi bersama jurnalis, Selasa (5/5).
1. Hanya satu dati tiga indikator penentu keberhasilan PSBB yang mampu dicapai Pemkot Makassar

PSBB di Makassar diterapkan sejak (24/4) dan akan berakhir pada (7/5) mendatang. Sepekan lebih pelaksanaan, menurut Ichsan, hanya salah satu dari dua tolok ukur yang mampu dicapai Kota Makassar. Yakni, penekanan jumlah aktivitas orang beraktivitas sesuai dengan anjuran PSBB.
Sementara dua lainnya, peningkatan kesadaran dalam penerapan physical distancing dan penggunaan masker hingga jumlah pasien, dinilai sama sekali belum mengalami perubahan. Tolok ukur itulah yang menurut Ichsan penting menjadi target untuk dituntaskan apabila PSBB fase kedua disetujui hingga terlaksana.
"Untuk fase pertama dan indikator pertama itu saya kira kita sudah berhasil. Karena kerja keras teman-teman pemkot di lapangan. Jika masuk fase kedua nanti, barangkali itu bisa jadi fokus kita untuk kemudian diselesaikan hingga PSBB ini benar-benar dirasakan dampak positifnya," ungkap Ichsan.
2. Kemungkinan perpanjangan PSBB disepakati tim gugus tugas COVID-19 Makassar

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Makassar Ismail Hajiali menambahkan, kemungkinan untuk memperpanjang PSBB di Kota Makassar cukup besar. Mengingat sejumlah tolok ukur yang dipaparkan Kadis Kesehatan sebelumnya, merupakan fakta yang ditemukan pihaknya di lapangan.
Hanya saja kata Ismail, usulan berbasis data itu kemudian akan dievaluasi ulang untuk betul-betul memastikan perpanjangan waktu penerapan PSBB. "Saya tidak mendahului, tapi kalau saya lihat indikator itu tadi, memang bisa diperpanjang jilid II. Karena jumlah kasus yang terpapar maupun yang terjangkit masih dominan," ujarnya.
Satu-satunya target yang cukup siginifikan dirasakan dalam PSBB hampir dua pekan ini, disebutkan Ismail, hanyalah pembatasan aktivitas orang-orang. Sementara tingkat kesadaran, hingga penekanan jumlah penyebaran kasus, diakuinya sama sekali belum mencapai target.
3. Evaluasi dilakukan untuk mengajukan perpanjangan PSBB Makassar ke Kemenkes

Sesuai rencana, dua hari lagi PSBB di Makassar bakal berakhir. Ismail mengatakan, bakal melakukan evaluasi kembali untuk mematenkan seluruh syarat untuk mengajukan perpanjangan PSBB fase kedua. Persyaratan umummya serupa dengan penerapan awal PSBB.
Khususnya, jumlah penyebaran signifikan dan peningkatan kasus hingga jumlah kematian, menyusul dampak epidemiologi dan kejadian-kejadian luar biasa sesuai dengan kategori atau standar pemberlakuan PSBB.
"Itu tetap akan kita jadikan laporan dalam evaluasi seiring dengan persiapan kita menghadapi PSBB tahap dua ini. Tahap pertama ini selain penanganan secara medisnya hingga sampai pembagian sembakonya. Ini yang akan kita benahi semua," ucap Ismail.




















