Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla di Suaka Margasatwa Ko'mara Hanguskan 4,57 Hektare
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Suaka Margasatwa (SM) Ko'mara di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) sore. (Dok. Istimewa)
  • Kebakaran hutan dan lahan melanda Blok Hutan Karepattodo, Suaka Margasatwa Ko'mara, Takalar, pada 9 September 2026 sore, dengan area terdampak diperkirakan 4,57 hektare.
  • Tim gabungan BBKSDA Sulsel, Manggala Agni, masyarakat, dan pemerintah desa memadamkan api dari 14.15 hingga 18.35 Wita, lalu menyisir kawasan untuk mencegah api kembali.
  • Sekitar 1 hektare area terbakar berada di dalam SM Ko'mara, kawasan konservasi 2.972 hektare di Gowa dan Takalar yang menjadi habitat beragam flora serta fauna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Suaka Margasatwa (SM) Ko'mara di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) sore. Api berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan selama lebih dari empat jam.

Kebakaran terjadi di Blok Hutan Karepattodo, SM Ko'mara, tepatnya di sekitar Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 4,57 hektare.

1. Api dipadamkan setelah empat jam

Ilustrasi pemadam kebakaran. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Kepala Resor Wilayah Ko'mara, Jamaluddin, mengatakan kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 14.15 Wita. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman di kawasan hutan konservasi tersebut.

Pemadaman melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Manggala Agni Daops Gowa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta Pemerintah Desa Barugaya.

"Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi mulai pukul 14.15 Wita dan dapat kami padamkan pada pukul 18.35 Wita," kata Jamaluddin dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan melakukan pemantauan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

2. Sekitar satu hektare berada di dalam kawasan konservasi

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard)

Jamaluddin mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 4,57 hektare. Dari luasan tersebut, area yang berada di dalam kawasan SM Ko'mara diperkirakan sekitar 1 hektare.

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Hasnawir, menginstruksikan jajarannya bergerak cepat melakukan pemadaman serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Ia juga meminta petugas memastikan tidak ada masyarakat yang berada di kawasan konservasi saat kebakaran terjadi. "Upayakan masyarakat lokal dan pemerintah desa setempat berpartisipasi dalam pemadaman kebakaran hutan di wilayahnya," ujar Hasnawir.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Era Isdhiartanto, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim Manggala Agni Daops Gowa untuk membantu proses pemadaman.

"Kami telah menurunkan tim untuk melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan di Suaka Margasatwa Ko'mara. Kita usahakan segera padam," katanya.

3. SM Ko'mara merupakan habitat flora dan fauna

Ilustrasi hutan (Pexels.com/nikitabuida)

Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, mengatakan keterlibatan berbagai unsur dalam pemadaman merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan hutan konservasi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat penting untuk mengantisipasi kebakaran maupun gangguan terhadap kawasan hutan.

"Sinergi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Melalui tim ini, kami dapat meningkatkan pengawasan di lapangan sekaligus mengantisipasi secara dini potensi gangguan keamanan maupun kebakaran hutan dan lahan," ujar Mustari.

Setelah api dipadamkan, tim gabungan masih melakukan pemantauan dengan menyusuri sejumlah jalur yang dinilai rawan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di kawasan terdampak.

SM Ko'mara berada di wilayah Kabupaten Gowa dan Takalar dengan luas sekitar 2.972 hektare. Kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 911/Kpts-II/1999 tertanggal 14 Oktober 1999.

Kawasan SM Ko'mara menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, di antaranya kayu hitam, jati, bitti, bambu, rotan, babi hutan, kera hitam Sulawesi, kangkareng, ular sawah, dan berbagai jenis kupu-kupu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article