Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla di Sejumlah Wilayah Sulsel Padam, Petugas Tetap Waspada
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
  • Karhutla di Luwu Raya, Ajatappareng, Enrekang, Toraja, dan Gowa telah dipadamkan. Di Gunung Nona, Enrekang, sekitar 10 hektare lahan terbakar.
  • Penanganan melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, KPH, kelompok tani, dan masyarakat, termasuk penggunaan backpack fire pump untuk lokasi sulit dijangkau.
  • Petugas terus melakukan monitoring, pendataan lahan terdampak, patroli, dan sosialisasi karena kekeringan meningkatkan risiko kebakaran; warga diimbau tidak membakar lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berhasil dipadamkan. Titik kebakaran tersebar di wilayah Luwu Raya, Ajatappareng, Enrekang, Toraja hingga Gowa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Kasman, mengatakan penanganan melibatkan berbagai pihak secara lintas sektor. Unsur yang terlibat yakni pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga masyarakat.

"Kalau terjadi kebakaran, teman-teman di lapangan langsung turun memadamkan bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni," kata Kasman, Jumat (21/8/2026).

1. Titik kebakaran telah berhasil dipadamkan

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Kasman mengatakan sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran telah mendapatkan penanganan. Petugas gabungan dikerahkan untuk memadamkan api di berbagai wilayah.

"Titik-titik tersebut sudah padam. Teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk pendataan luasan terbakar serta edukasi kepada masyarakat," katanya.

Salah satu lokasi yang mengalami kebakaran adalah kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang. Kebakaran di kawasan tersebut menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Luwu Raya, Ajatappareng, Toraja dan Gowa. Petugas masih memantau kondisi di lokasi setelah api berhasil dipadamkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

2. Petugas dibantu kelompok tani dan masyarakat

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Penanganan karhutla di sejumlah lokasi turut mendapat dukungan dari kelompok tani dan masyarakat. Keterlibatan warga membantu petugas dalam proses pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.

"Kemarin juga kita dibantu oleh kelompok-kelompok tani masyarakat untuk melakukan pemadaman di lapangan," kata Kasman.

Untuk lokasi dengan akses terbatas, petugas dapat menggunakan peralatan pemadam yang dibawa menggunakan punggung atau backpack fire pump. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau titik api dan memadamkan api secara manual.

3. Patroli dan sosialisasi terus digencarkan

Ilustrasi karhutla (Dok: istimewa)

Kasman mengatakan monitoring dan evaluasi masih berlangsung untuk mengetahui kondisi terbaru di lokasi kebakaran. Petugas juga terus mendata luasan lahan yang terdampak.

"Kalau masalah rawan, sebenarnya tergantung kondisi wilayah dan cuacanya. Saat ini hampir semua wilayah di Sulsel mengalami kekeringan, sehingga serasah dan semak yang kering sangat rentan terbakar," kattanya.

DLHK Sulsel bersama KPH dan pemerintah daerah juga meningkatkan patroli di wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. Sosialisasi kepada masyarakat turut digencarkan sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran.

Kasman mengimbau masyarakat tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat semak dan serasah mudah terbakar. Api yang muncul dari lahan warga berpotensi merembet ke kawasan hutan maupun permukiman.

"Kami mengimbau agar berhati-hati melakukan aktivitas dan tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan miliknya," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article