Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur Sulsel Minta Warga Selalu Waspada Karhutla saat Kemarau

Kota Makassar
Gubernur Sulsel Minta Warga Selalu Waspada Karhutla saat Kemarau
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. IDN Times/Asrhawi Muin
Share Article

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau. Dia meminta warga menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di wilayah dengan kondisi lahan kering dan rawan terbakar.

"Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi," kata Andi Sudirman, dikutip Jumat (21/8/2026).

  1. 1. Kemarau dan El Nino tingkatkan risiko kebakaran

    Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
    Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

    Sudirman mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan. Warga juga diminta berhati-hati terhadap aktivitas lain yang berpotensi menjadi sumber api.

    Kondisi kemarau membuat vegetasi, semak, dan lahan menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

    Menurutnya, pencegahan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kebakaran meluas dari lahan warga ke kawasan hutan maupun permukiman. Dia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah kebakaran sejak awal.

    "Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar," katanya.

  2. 2. Pemprov libatkan banyak unsur tangani karhutla

    Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
    Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

    Penanganan karhutla di Sulsel melibatkan berbagai sektor. Pemerintah pusat, Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Damkar, kelompok tani, masyarakat hingga sektor swasta turut terlibat dalam penanganan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel, Kasman, mengatakan berbagai unsur perlu terlibat dalam penanganan karhutla. Keterlibatan tersebut diperlukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

    "Semua unsur terkait, baik itu pemerintah pusat, kemudian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk keterlibatan semua sektor swasta," kata Kasman.

    Menurutnya, sejumlah titik kebakaran yang sebelumnya terjadi telah berhasil dipadamkan. Petugas kemudian memantau dan mengevaluasi kondisi di lapangan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.

  3. 3. Setiap kabupaten disebut memiliki posko karhutla

    (Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
    (Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    Kasman mengatakan posko kesiapsiagaan karhutla telah tersedia di setiap kabupaten di Sulsel. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran.

    "Ada posko, jadi setiap kabupaten ada posko. Kemarin juga dari kepolisian, dari Polda juga sudah melakukan apel kesiapsiagaan untuk karhutla," katanya.

    Selain posko, kesiapsiagaan diperkuat melalui patroli, pemantauan, sosialisasi, serta koordinasi lintas sektor. Masyarakat juga dilibatkan dalam upaya pencegahan dan pemadaman ketika terjadi kebakaran.

    Pemprov Sulsel mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan titik api. Hal tersebut diperlukan agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas ke kawasan hutan maupun permukiman.

  4. 4. Karhutla sudah terjadi di sejumlah wilayah

    Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)
    Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)

    Salah satu kasus terbaru terjadi di Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, yang menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan masyarakat dan kemudian merembet ke kawasan Gunung Nona.

    Kebakaran juga terjadi di Taman Wisata Alam (TWA) Malino, Kabupaten Gowa, pada 19 Agustus 2026. Sekitar 1,5 hektare kawasan yang didominasi rumput dan semak belukar terbakar. Api diduga merembet dari lahan masyarakat.

    Sementara di Parepare, kebakaran lahan sekitar 1 hektare di Jalan Lauleng, Kelurahan Bukit Harapan, nyaris merembet ke permukiman warga. Petugas Damkar bahkan menyelamatkan sejumlah bangunan setelah bara api terbawa angin.

    Sejumlah kejadian karhutla di Sulsel terjaadi sepanjang periode Januari-Agustus 2026. Data BPBD Sulsel mencatat 112 kejadian karhutla dengan luasan hutan dan lahan terdampak sekitar 1.562,67 hektare berdasarkan total luasan yang tercatat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More