Jalan Nasional di Makassar Belum Mulus Meski Ditarget Rampung Januari

- Hujan menghambat proses pengaspalan
- Pengawasan berlapis di lapangan untuk mencegah kerusakan kembali
- Penambahan alat dan menunggu cuaca membaik untuk mempercepat pengerjaan
Makassar, IDN Times - Perbaikan ruas jalan nasional di Kota Makassar yang ditargetkan rampung pada Januari 2026 belum sepenuhnya menunjukkan hasil optimal. Sejumlah titik di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Urip Sumohardjo masih dalam proses pengerjaan dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus.
Kepala Satker PJN 3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, Malik, mengatakan faktor cuaca menjadi salah satu kendala utama selama proses perbaikan. Hujan yang turun hampir setiap hari membuat pekerjaan pengaspalan tidak bisa berjalan secara maksimal.
"Jadi, beberapa hari ini kita kan sudah dibuka semua. Sebagian sudah diaspal. Cuma ada beberapa malam ini tidak bisa dikerja karena hujan. Faktor cuaca juga itu yang jadi kendala. Mudah-mudahan hari ini bagus cuaca, saya mengaspal sebentar malam," kata Malik saat dihubungi IDN Times, Selasa (3/2/2026).
1. Hujan hambat proses pengaspalan

Pantauan IDN Times di lokasi menunjukkan sebagian ruas yang telah dibongkar masih terbuka. Pada malam hari, pengerjaan kerap tertunda karena hujan turun sebelum atau sesaat setelah pengaspalan sehingga aspal belum sempat mengering dengan baik.
Malik memastikan keterlambatan tersebut bukan disebabkan keterbatasan alat maupun tenaga kerja. Seluruh peralatan dan tim disebut sudah disiagakan di lapangan.
"Semua alat di lapangan sudah lengkap semua. Sudah berapa tim yang kerja. Ada di Perintis, ada di Urip. Ini lagi tunggu cuaca baik saja sehingga bisa tuntas," katanya.
Terkait dugaan mutu material yang menyebabkan jalan cepat rusak, Malik menyebut ada berbagai faktor teknis yang saling berkaitan. Kondisi cuaca yang tidak stabil membuat hasil pengaspalan rentan terganggu, terutama saat aspal belum sempat terkena panas matahari.
"Ada beberapa faktor di situ. Ini kan kemarin waktu mengaspal, cuaca lagi hujan. Walaupun mengaspal, bukan pada saat hujan tapi biasanya tuh kalau belum kena matahari, besoknya biasanya hujan. Tapi bukan juga masalah itu. Ada-ada saja juga kendala di lapangan," katanya.
2. Pengawasan berlapis di lapangan

Dalam proses pengerjaan, BBPJN Sulsel melibatkan konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, serta tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memastikan pekerjaan sesuai standar. Evaluasi dilaksanakan secara berlapis guna mencegah kerusakan kembali.
"Kalau kita ada dari konsultan. Ada dari kontraktor, ada tim PPK juga mengawas," kata Malik.
Dia mengatakan setiap titik pengerjaan diawasi secara ketat, terutama jika ditemukan genangan air atau material yang tidak layak. Area tersebut akan dibersihkan kembali sebelum proses pengaspalan dilanjutkan.
"Kalau ada misalnya genangan, nanti kita semprot dulu. Bersihkan semua. Kan biasa kalau ada kendaraan, dibersihkan lagi semua materialnya termasuk semua ini kelayakan dicek semua lagi, alatnya, apa yang dipakai. Mengantisipasi kalau ada kerusakan seperti ini lagi," jelasnya.
3. Tambah alat dan tunggu cuaca membaik

Untuk mempercepat pengerjaan, BBPJN Sulsel menambah jumlah alat berat di lapangan. Di Jalan Urip Sumohardjo disiagakan satu alat utama, sementara di Jalan Perintis Kemerdekaan terdapat dua alat yang bekerja membuka dan memperbaiki ruas jalan rusak.
"Karena dipercepat. Kalau baik cuaca ini, kita percepat, kita lanjut di Urip untuk selesaikan. Yang sudah dibuka itu kan sisa terbuka semua . Baru lanjut lagi ke Perintis. Mudah-mudahan cuaca mendukung," kata Malik.
Dia mengakui kondisi cuaca di Makassar yang dalam beberapa hari terakhir disertai hujan dan angin kencang cukup menyulitkan pengerjaan jalan. Meski demikian, BBPJN Sulsel tetap menargetkan seluruh perbaikan dapat dituntaskan secepatnya begitu cuaca memungkinkan.
"Ada rambu-rambu (pengerjaan jalan) tapi biasa kan hujan jalan licin. Itu tidak nyamannya. Kita juga tidak enak sama pengendara. Mudah-mudahan cuaca mendukung," katanya.


















