Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027. (Dok. IDN Research Institute)
Meski menemukan sinyal perpindahan, IDN Research Institute mengingatkan bahwa fenomena tersebut belum bisa dibaca sebagai kematian X. Laporan secara tegas menyebut bahwa momentum yang terjadi saat ini masih berupa sinyal awal perubahan preferensi, bukan kepastian bahwa pengguna maupun brand telah meninggalkan platform lama.
Laporan juga menyoroti pernyataan akun Toshiba TV Indonesia (@toshibatv_id) yang menyebut aktivitas di X dinilai "sangat berisiko memunculkan negative noise". Pernyataan tersebut muncul dari pengalaman mereka sendiri dan diikuti pengakuan bahwa perusahaan telah memiliki rencana migrasi aktif ke Threads. Unggahan itu bahkan mencatat 32.600 impresi organik, menunjukkan resonansi yang luas di kalangan pelaku industri.
Ketika merespons cuitan di X soal apakah hipotesis migrasi brand ke Threads sudah bisa disimpulkan, Toshiba TV Indonesia di justru memberikan jawaban yang dianggap paling jujur secara analitis. Mereka menyatakan, "Belum bisa menarik kesimpulan. Sejauh ini baru memahami mengapa Threads lebih aktif dengan merek. Bahkan Toshiba mengakui belum memiliki jadwal pasti untuk migrasi penuh dengan mengatakan, "Ya, kami belum tahu kapan. Masih rencana."
Atas dasar itu, laporan merekomendasikan pendekatan dual-platform. Brand tetap disarankan mempertahankan kehadiran di X untuk pengelolaan isu dan penyebaran informasi cepat, sembari membangun suara yang autentik di Threads untuk membentuk kepercayaan jangka panjang. Menurut laporan, pertanyaan strategisnya bukan lagi apakah brand perlu hadir di Threads, melainkan bagaimana mereka membangun kehadiran yang selaras dengan nilai kepercayaan yang sedang tumbuh di platform tersebut.
Laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027 yang dirilis oleh IDN Research Institute hadir untuk membedah lebih dalam bagaimana kedua generasi ini beradaptasi dengan perubahan zaman. Laporan ini tidak hanya melacak apa yang mereka beli atau platform apa yang mereka gulirkan setiap hari, tetapi juga menggali motivasi di balik pilihan-pilihan keseharian mereka. Benang merah dari seluruh temuan ini adalah kata "Adaptasi", di mana Milenial dan Gen Z terus merancang strategi bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi, pergeseran budaya, dan sistem informasi yang kian terfragmentasi.
Untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif, riset ini menggunakan pendekatan mixed-method yang dirancang secara mendalam. Survei kuantitatif dilakukan dalam dua gelombang yang melibatkan total 628 responden (279 Milenial dan 349 Gen Z) yang tersebar di sembilan wilayah geografis Indonesia dengan stratifikasi status sosial ekonomi (SES). Selain itu, tim peneliti juga melakukan wawancara kualitatif mendalam dengan 17 informan, serta melakukan triangulasi data dengan laporan sekunder skala nasional maupun tren real-time dari berbagai platform digital.