Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hebat! Siswa Pinrang Diakui NASA, Kini Diterima  di Unhas Tanpa Tes
Rehan (biru) bersama Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa (keempat dari kanan). (Dok. Unhas)
  • Rehan, siswa SMA 8 Pinrang, diakui NASA setelah menemukan celah keamanan sistem mereka dan kini mendapat golden ticket kuliah tanpa tes di Teknik Informatika Unhas.
  • Rektor Unhas menilai penghargaan untuk Rehan sebagai bentuk dukungan kampus terhadap pengembangan talenta digital Indonesia dan komitmen membuka ruang bagi mahasiswa berprestasi.
  • Rehan bersyukur atas kesempatan dari Unhas, bertekad terus mengasah kemampuan teknologi, serta mengajak generasi muda tidak menyerah meski menghadapi keterbatasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak namanya Rehan dari Pinrang. Dia pintar banget sampai bisa nemuin lubang di komputer NASA. Orang NASA kasih surat terima kasih buat dia. Terus kampus Unhas kasih dia tiket emas biar bisa kuliah tanpa tes. Rektor Unhas bilang Rehan hebat dan mau bantu dia belajar lebih banyak tentang teknologi. Sekarang Rehan senang dan mau terus belajar supaya makin pintar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Siswa SMA Negeri 8 Pinrang, Rehan, yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem NASA mendapat golden ticket dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia dipastikan dapat diterima kuliah tanpa seleksi di Program Studi Teknik Informatika.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muhammad Ruslin, di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Selasa (5/5/2026).

1. Rehan masuk Hall of Fame NASA

ilustrasi gedung NASA (pexels.com/Lando Dong)

Rehan sebelumnya mencuri perhatian setelah berhasil menemukan kerentanan pada sistem milik NASA (National Aeronautics and Space Administration). Temuan tersebut membuat namanya masuk dalam Hall of Fame (HoF) NASA dan mendapat surat resmi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam membantu mendeteksi celah keamanan sistem lembaga antariksa Amerika Serikat itu.

Melalui golden ticket dari Unhas, Rehan dapat melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik tanpa melalui jalur tes pada tahun akademik 2026/2027. Dia kini berstatus siswa kelas XI.

2. Unhas sebut prestasi Rehan sebagai investasi masa depan

Rehan, siswa SMA Negeri 8 Pinrang yang masuk Hall of Fame NASA, resmi mendapat golden ticket kuliah di Teknik Informatika Unhas. (Dok. Unhas)

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengatakan penghargaan itu bukan sekadar bentuk apresiasi. Melainkan juga sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung lahirnya talenta digital Indonesia.

“Kami ingin memastikan talenta seperti Rehan mendapatkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Rektor menyatakan Unhas akan terus membuka ruang bagi mahasiswa berprestasi melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk double degree luar negeri dan kolaborasi internasional.

“Anak-anak Indonesia punya mimpi besar dan kami percaya mereka mampu menjadi pelopor di bidang informatika maupun bidang lainnya serta mampu bersaing dengan negara lain,” tambahnya.

3. Rehan ingin terus mengembangkan kemampuan

Rehan, siswa SMA Negeri 8 Pinrang yang masuk Hall of Fame NASA, resmi mendapat golden ticket kuliah di Teknik Informatika Unhas. (Dok. Unhas)

Jamaluddin juga menilai capaian Rehan yang belajar secara otodidak menjadi bukti bahwa talenta besar bisa lahir dari mana saja, termasuk daerah dengan keterbatasan akses. “Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi luas, sekaligus pengingat bahwa ruang-ruang pembelajaran dapat menjadi etalase lahirnya talenta unggul bangsa,” katanya.

Sementara itu, Rehan mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Unhas dan bertekad terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi. “Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkembang,” kata Rehan.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mengasah kemampuan meski memiliki keterbatasan ekonomi maupun fasilitas. “Kalau punya bakat, terus dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan,” ucapnya.

Editorial Team