Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hampir Dua Bulan Kasus Penembakan Pengacara di Bone Belum Terungkap

Hampir Dua Bulan Kasus Penembakan Pengacara di Bone Belum Terungkap
ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)
Share Article

Makassar, IDN Times - Hampir dua bulan setelah peristiwa penembakan yang menewaskan pengacara Rudy S Gani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kasus ini masih belum terungkap. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Jamaluddin Farti mengungkapkan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Dia mengakui ada sejumlah kendala dalam penyelidikan.

"Memang ada beberapa kendala di lapangan, namun tetap kita maksimalkan untuk penyelidikan. Karena beberapa keterangan saksi juga agak berubah-ubah, termasuk juga itu memang kendala," kata Jamaluddin kepada awak media. 

1. Polisi hadapi kendala investigasi

ilustrasi penembakan/pembunuhan (IDN Times/Esti Suryani)
ilustrasi penembakan/pembunuhan (IDN Times/Esti Suryani)

Lebih lanjut, Jamaluddin mengungkapkan, salah satu kendala adalah keterangan saksi yang tidak konsisten. Selain itu, tidak adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian juga menjadi tantangan tambahan dalam proses penyelidikan.

"Iya, termasuk itu kendala di lapangan. Namanya penyelidikan kan butuh waktu untuk pengungkapannya," ucapnya.  

2. Pakar kriminologi soroti pentingnya keadilan bagi korban

Pakar Kriminologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Rahman Syamsuddin / Istimewa
Pakar Kriminologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Rahman Syamsuddin / Istimewa

Pakar Kriminologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Rahman Syamsuddin, menegaskan bahwa kasus penembakan ini telah menyebabkan kehilangan nyawa yang tidak dapat digantikan. Masyarakat dan keluarga korban, menurutnya, berhak mengetahui kebenaran dan mendapatkan keadilan. 

"Keterlambatan polisi dalam mengungkap pelaku penembakan pengacara di Bone telah menyebabkan kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian," ujar Rahman kepada IDN Times, Senin (17/2/2025).

Ia menambahkan bahwa polisi harus segera mengungkap pelaku dan memproses hukum mereka secara adil. "Polisi harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku, termasuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan, mengidentifikasi pelaku, dan memastikan mereka bertanggung jawab atas tindakan mereka," tegasnya.  

3. Masyarakat menuntut transparansi

ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)

Keterlambatan dalam pengungkapan kasus ini telah memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Banyak yang menuntut agar polisi meningkatkan transparansi dalam menangani kasus ini dan memberikan informasi yang akurat kepada publik. 

"Polisi harus menginformasikan masyarakat tentang perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan," kata Rahman. 

Selain itu, masyarakat juga menuntut agar pelaku dihukum seadil-adilnya. "Seyogyanya polisi harus segera mengungkap pelaku dan memastikan mereka mendapatkan hukuman yang setimpal dengan tindakan mereka," dia menambahkan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Darsil Yahya Mustari
EditorDarsil Yahya Mustari

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Appi Motivasi Delegasi Paskibraka Makassar: Tunjukkan Potensi Terbaik

03 Jun 2026, 08:01 WIBNews