Sebelumnya Ama juga aktif bergerak memberi bantuan kepada penyintas bencana alam gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, yang terjadi 28 September 2019 silam. Ia aktif memberi bantuan kebutuhan hidup hingga hiburan melalui karya seni kepada korban terdampak bencana. Ia mengerjakan itu secara sukarela menggunakan dana pribadi.
“Ada juga beberapa kawan kami di Palu dan di luar Palu yang memiliki kelebihan mengirim beberapa bantuan untuk dibelanjakan bahan baku seperti minyak, rempah dan gas tabung.” terang wanita dengan nama akun instagram @malasmakan ini.
Ya, nama akun IG-nya @malasmakan, terdengar kontras dengan program yang sedang dikerjakannya. Jauh sebelum program ini lahir, Ama memang menggunakan nama akun Instagram demikian, tetapi soal masak-memasak jangan diragukan deh kehebatannya.
Lebih jauh Ama menerangkan, Forum Sudutpandang menyediakan link pengisian formulir calon penerima bantuan pangan yang tertera di akun resmi Instagram @forumsudutpandang.
"Bagi kami arsip data diri yang diisi oleh responden penting untuk dijadikan bahan kami meneruskan proyek ini. Dari data tersebut kami bisa tahu detail kondisi dan situasi yang dialami kawan-kawan penerima bantuan, selain itu kami merasa ini bisa jadi bahan edukasi publik tentang sejauh apa kita bisa mengerjakan proyek sederhana namun impact bagi penerimanya bisa terukur,” jelas Ama.
Dalam sekali penyelenggaraan program 'Masak untuk Kawan' setiap pekan, Forum Sudutpandang dan Institut Mosintuwu menyediakan sebanyak 30-50 pax untuk beberapa keluarga penerima.
Untuk menu makanannya, Forum Sudutpandang dan Institut Mosintuwu membuat makanan yang bersifat tahan lama. “Menunya beragam, yang pasti prioritas menu kami adalah lauk yang bisa tahan lama hingga seminggu, seperti ikan fufu saos, ikan teri saos atau sambal tempe kacang,” Ama menerangkan.