Aktivitas Exceptional Architect pada “S-26 Exceptional League” mengajak Si Kecil berkolaborasi membangun “kota masa depan” sambil melatih kemampuan memecahkan masalah menggunakan teknologi balok yang responsif terhadap cahaya. (Dok. Istimewa)
Kampanye ini menekankan pendekatan Multilearn Connect yang mencakup dua pilar utama: multi-learning dan brain connection. Pilar pertama mendorong anak untuk belajar melalui beragam stimulasi, sedangkan pilar kedua menekankan pentingnya asupan gizi yang tepat guna mengoptimalkan koneksi antarbagi otak.
Para ahli tumbuh kembang menekankan pentingnya konsep multi-learning bagi anak-anak Generasi Alpha dan Beta. Melalui pendekatan ini, anak diajak mengeksplorasi berbagai keterampilan dan pengetahuan lintas bidang, sehingga mereka mampu memecahkan masalah secara holistik dan berdampak bagi lingkungan sekitar.
“Untuk itu, kami berkomitmen mendukung peran Mams dalam memberikan stimulasi yang tepat sangat penting agar Si Kecil dapat memiliki berbagai karakter hebat seperti rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, kolaboratif, berdaya juang, dan mampu menyelesaikan masalah - menjadikan mereka sebagai generasi yang future-ready di tengah perubahan pesat masa depan,” kata Vera.
Dalam S-26 Exceptional League, anak-anak diajak mengeksplorasi potensi lewat empat zona aktivitas: Exceptional Maestro (melatih motorik dan daya ingat), Exceptional Architect (kemampuan memecahkan masalah), Exceptional Astronaut (sensorik dan fokus), dan Exceptional Zoologist (bahasa dan keterampilan kinestetik).
Salah satu pengunjung, Wayan Indah, mengapresiasi pengalaman yang didapatkan dalam event ini. “Sungguh menarik! Saat anak saya bermain ternyata ada begitu banyak bagian otaknya yang terstimulasi secara bersamaan...” ujarnya, sambil menyebut bahwa hasil pemantauan brain visualizer menjadi panduan untuk menstimulasi potensi anak ke depannya.