Distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara dan Luwu Timur Berangsur Pulih

- Pertamina salurkan BBM dan LPG di atas konsumsi normal harian
- Fuel Terminal Poso jadi suplai alternatif untuk pemulihan distribusi
- Operasi pasar LPG digelar untuk mempercepat pemulihan distribusi LPG
Makassar, IDN Times - Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur mulai berangsur pulih satu pekan setelah akses jalur utama kembali terbuka. Sebelumnya, penyaluran energi ke dua wilayah tersebut sempat terhenti sekitar lima hari akibat gangguan akses distribusi.
Gangguan distribusi BBM dan LPG ke Luwu Utara dan Luwu Timur sempat terganggu akibat penutupan sejumlah jalur utama Trans Sulawesi di Luwu imbas aksi demo penyampaian aspirasi masyarakat terkait pemekaran wilayah Luwu Raya. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan, termasuk armada mobil tangki Pertamina, dan berdampak pada keterlambatan pasokan energi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebut pemulihan berlangsung secara bertahap dengan fokus pada pemerataan pasokan ke seluruh SPBU dan agen LPG. Langkah ini ditempuh melalui koordinasi intensif bersama pemerintah kabupaten setempat guna memastikan distribusi kembali berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
"Satu minggu pasca terbukanya akses distribusi jalur-jalur utama ke wilayah Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, pengiriman BBM dan LPG ke wilayah tersebut mulai berangsur pulih dan bertahap kembali ke keadaan normal," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, melalui siaran pers, Selasa (4/2/2026).
1. Distribusi di atas konsumsi normal

Pertamina menyalurkan BBM dan LPG di atas konsumsi normal harian guna mempercepat pemulihan. Fuel Terminal Palopo juga dioperasikan melebihi jam normal dengan tetap memperhatikan standar keselamatan kerja dan HSSE.
Untuk BBM, pasokan di Luwu Utara ditambah sebesar 18 persen untuk gasoline dan 15 persen untuk gasoil dari rata-rata harian. Sementara di Luwu Timur, penambahan mencapai 16 persen untuk gasoline dan 10 persen untuk gasoil.
Tahap awal difokuskan pada pemerataan distribusi BBM dan LPG ke seluruh SPBU dan agen. Tahap berikutnya diarahkan pada penguatan ketahanan stok di lembaga penyalur tersebut.
2. FT Poso jadi suplai alternatif

Selain mengandalkan Fuel Terminal Palopo, Pertamina turut mengoptimalkan Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif. Upaya tersebut difokuskan pada fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi.
Penyaluran dari Fuel Terminal Poso bertujuan menjaga kontinuitas pasokan energi. Upaya ini sekaligus mempercepat pemerataan distribusi ke lembaga penyalur di wilayah terdampak.
"Penyaluran BBM dari FT Poso dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, terutama pada fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi," kata Rum.
3. Operasi pasar LPG digelar

Untuk mempercepat pemulihan distribusi LPG, Pertamina bersama pemerintah daerah menggelar operasi pasar di sejumlah titik. Kegiatan ini diawasi Dinas Perdagangan kabupaten dan melibatkan Satpol PP.
"Kegiatan ini sudah berjalan beberapa kali dan dilakukan secara serentak dengan pengawasan dari Dinas Perdagangan Kabupaten dan dibantu oleh Satpol PP," kata Rum.
Selain itu, ada penambahan pasokan LPG di Luwu Utara dan Luwu Timur yang mencapai total 11.200 tabung. Jumlah tersebut setara sekitar 50 persen dari alokasi harian di kedua wilayah tersebut.
4. Imbauan hindari panic buying

Di tengah proses pemulihan, Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan. Imbauan ini disampaikan menyusul terpantau adanya kecenderungan pembelian berlebih di sejumlah wilayah, termasuk Palopo dan sekitarnya.
"Kami berharap agar masyarakat tetap tenang dan membeli BBM maupun LPG sesuai dengan kebutuhannya, yang pada akhirnya akan mempercepat proses pemulihan distribusi energi khususnya di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur," kata Rum.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun memastikan percepatan pemulihan distribusi terus berlangsung. Pemulihan ini berlangsung hingga pasokan energi di Luwu Utara dan Luwu Timur kembali stabil dan aktivitas masyarakat berjalan normal.


















