Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Debat Perdana Pilwali Makassar Dinilai Masih Kurang Inovatif
Keempat kandidat paslon cawalkot dan cawawalkot Makassar 2024 / Istimewa

Makassar, IDN Times - Empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar menjalani sesi debat  perdana di Hotel Dalton, Makassar, pada Sabtu (26/10/2024). Keempat paslon tersebut beradu gagasan dengan tema 'Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pelayanan Inklusi dalam Bingkai NKRI'.

Pengamat politik dari Univeristas Hasanuddin Endang Sari mengatakan pada debat perdana, keempat paslon belum memiliki inovasi terkait visi-misi mereka. Hal itu semestinya jadi perhatian masing-masing paslon.

"Karena bicara soal Makassar saya kira visi misi kandidat tidak bisa ditampilkan standar atau biasa-biasa saja karena bagaimana pun Makassar itu adalah kota yang menjadi gerbang atau rujukan kabupaten/kota yang ada di Indonesia Timur," ucap Endang kepada IDN Times, Minggu (27/10/2024).

Padahal, kata Endang, Penonton debat menunggu atau masyarakat menunggu paparan dari calon-calon pemimpin Makassar yang lebih monumental, yang lebih inovatif serta yang lebih menggetarkan. "Sayangnya dari visi misi yang disampaikan kita melihatnya belum terasa ada hal yang sangat inovatif disampaikan atau monumental," ucapnya.

Mantan komisioner KPU Makassar ini juga mengungkapkan secara keseluruhan keempat paslon menyampaikan beberapa inovasi. Tapi menurutnya gagasan yang disampaikan masih tergolong standar atau biasa-biasa saja. Meski semua kandidat telah merumuskan visi misinya, namun ia mengaku belum ada ada yang terasa menonjol dalam visi misi yang disampaikan pada debat kemarin.

"Gagasan visi misi mereka itu belum menawarkan hal yang lebih, padahal sebenarnya kita menunggu apakah ada inovasi yang mereka sampaikan dan visi misinya yang kemudian membuat kita terpukau bahwa akan seperti ini Makassar ke depannya," ujarnya.

1. Pengamat soroti kandidat yang bawa kertas contekan

Pengamat politik dari Univeristas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari / Istimewa

Kemudian, Endang juga menanggapi penampilan beberapa paslon yang dinilai tidak menguasai tema debat perdana tersebut. Sebab beberapa kandidat terlihat membawa kertas contekan di atas panggung debat.

"Mereka kentara membawa contekan yang mereka baca saat menyampaikan gagasannya padahal sebagai penonton kita sebenarnya menunggu bagaimana kemampuan adu gagasan ini disampaikan masing-masing paslon," tuturnya.

Seharusnya, lanjut Endang, kandidat tidak menerima bisikan jawaban atau mengoper jawaban ke rekannya saat menjawab pertanyaan dari kandidat paslon lain. Menurutnya kualitas dan kompetensi para calon pemimpin Makassar harus merepresentasikan kemajuan dari kota Makassar.

"Hal-hal itu kan masih terlihat pada debat, padahal sebagai penonton di Makassar debat selalu menjadi hal yang dinantikan, karena kita tahu maakassar adalah kota yang paling maju di wilayah Indonesia Timur," bebernya.

Endang juga menyampaikan penampilan para kandidat seharusnya bisa lebih meyakinkan penonton bahwa mereka memang punya kompetensi untuk menjawab semua persoalan yang ada begitu banyak di Makassar. Pemilih yang belum menentukan pilihan, kata dia, menantikan sesi debat untuk meyakinkan diri mereka tentang siapa kandidat yang akan mereka pilih.

"Sayang sekali ketika mereka punya peluang untuk mengambil suara dari massa mengambang. Ini kemudian tidak dimaksimalkan oleh kandidat dengan misalnya menampilkan performa yang tidak meyakinkan dalam menjawab persoalan yang diberikan," ujarnya.

2. Pengamat minta pihak keamanan dievaluasi

Kericuhan antar pendukung paslon saat debat perdana / Istimewa

Tak hanya itu, Endang juga menyoroti terkait keamanan saat debat kemarin. Menurutnya KPU Makassar harus mengevaluasi pihak keamanan karena saat debat berlangsung ada riak-riak dari pendukung paslon yang terjadi saat debat berlangsung.

"Kemarin sempat ada insiden ada benda Toa (pengeras suara) yang seharusnya tidak bisa masuk dalam area lokasi deba, tapi kenapa bisa lolos. Padahal barang itu cukup besar tidak bisa disisipkan di tas, sayang sekali benda itu lolos dalam pemeriksaan keamanan," ucapnya.

Dia menyarankan pada pelaksanaan debat kedua nantinya pemeriksaan keamanan lebih diperketat lagi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi lagi. "Insiden kemarin cukup menggangu karena kandidat sementara dipersilakan untuk menjawab tapi harus terhenti karena ada insiden saat proses debat," kata Endang.

3. Debat dianggap cukup menarik

Pengamat Politik Unhas Prof Sukri Tamma / Istimewa

Pengamat Politik Unhas lainnya, Sukri Tamma menyebut jalannya debat cukup menarik. Karena setiap pasangan dinilai memang sudah siap untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait denga isu debat.

"Masing-masing pasangan mencoba untuk mengedepankan visi dan misinya sebagai yang terbaik dan mencoba menunjukkan adanya kelemahan dari yang pasangan lainnya pada saat bersamaan terutama pada sesi tanya jawab antar paslon. Secara umum debat kemarin sudah cukup menarik," ujarnya.

Mengenai tema debat perdana, menurutnya para kandidat paslon sudah mempunyai beberapa solusi yang coba ditawarkan. Yaitu terkait dengan padangan mereka terhadap permasalahan yang ada di Kota Makassar.

"Beberapa tawaran cukup konkrit, meskipun beberapa tawaram sepertinya masih memubuthkan elaborasi lebih jauh. Namun memang karena waktu yang tidak terlalu banyak maka ruang elaborasinya belum maksimal," jelasnya.

4. Paslon dinilai belum menawarkan ide-ide baru

Keempat kandidat paslon cawalkot dan cawawalkot Makassar 2024 / Istimewa

Adapun yang kurang dari sesi debat kemarin, kata Sukri, adalah tawaran-tawaran alternatif yang merupakan terobosan baru terhadap permasalahan obyektif masyarakat Kota Makasaar sesuai tema yang diperdebatkan. Para paslon belum menawarkan ide-ide baru.

"Ide-idenya masih seputar digitalisasi, kampanye gratis dan layanan publik yang lebih baik, isu-isu ini kan telah menjadikan permasalahan sejak walikota-walikota sebelumnya. namun tentu saja hal ni terbatasi oleh waktu dan isu yang diperdebatkan," ucapnya.

Mengenai pemaparan visi misi para kandidat, Prof Sukri melihat bahwa setiap kandidat berhasil menyampaikan visi misinya. Apalagi karena mereka dimungkinkan untuk membaca teks.

"Jadi mereka dapat menyampaikan seperti tawaran-tawaran yang mereka sampaikan pada banyak alat peraga kampanye termasuk ketika mereka bersosialisasi.
Kalau pun ada pembeda, hanya pada gaya menyampaikan dan bagaiamana para paslon mencoba berbagai kesempatan untuk berbicara antara cawalkot dan cawawalkot," bebernya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article